Beritanusantara.co, Samarinda- Setelah melalui proses pengajuan sejak tahun lalu, warga Buton di Samarinda akhirnya memiliki ambulans sendiri. PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda menyerahkan satu unit ambulans kepada Yayasan Insan Nusantara Malanga, Senin (16/2/2026).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang ditujukan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan kebutuhan kemanusiaan masyarakat yang selama ini belum memiliki fasilitas ambulans mandiri.
Penyerahan berlangsung di Asrama Mahasiswa Berau, Jalan Rumbia, Samarinda, dan dihadiri Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin, jajaran manajemen PLN UID Kaltim-Kaltara, serta tokoh masyarakat.
Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin menyampaikan apresiasi atas realisasi bantuan tersebut. Ia menyebut kehadiran ambulans menjadi kebutuhan mendesak bagi warga Buton, khususnya dalam situasi darurat kesehatan maupun mobilisasi jenazah.
“Saya bersyukur bantuan ini bisa terwujud dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Sebagai mitra kerja PLN di Komisi XII, ia mengaku terus mendorong agar program-program perusahaan negara memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Syafruddin juga mengungkapkan, pada 2023 dirinya pernah menyerahkan satu unit ambulans menggunakan dana pribadi untuk warga Buton di kawasan Jalan Delima/Anggur.
Saat itu masyarakat mengalami kesulitan mengantar jenazah ke lahan pemakaman seluas kurang lebih dua hektare yang berjarak sekitar 15 kilometer dari permukiman.
“Karena kebutuhan mendesak, saya putuskan membantu. Sekarang ambulans itu sudah beroperasi,” tuturnya.
Ia berharap ambulans bantuan PLN dapat dikelola secara profesional dan diprioritaskan untuk pelayanan masyarakat Buton, khususnya di Samarinda Ilir. Selain itu, Syafruddin menargetkan bersama PLN pada 2027 seluruh desa di Kaltim telah teraliri listrik.
“Saat ini masih ada 108 desa belum berlistrik. Target kami 2027 zero desa gelap dan zero rumah gelap,” tegasnya.
General Manager PLN UID Kaltim-Kaltara, M. Chaliq Fadli, menegaskan bahwa program TJSL bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan.
“Sebagai perusahaan energi, PLN tidak hanya fokus pada penyediaan listrik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Ia berharap ambulans tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan dikelola secara profesional untuk mendukung pelayanan kemanusiaan di Samarinda.
Sementara itu, Ketua Yayasan Insan Nusantara Malanga, Mahfudzun Bone, menjelaskan proses pengajuan bantuan dimulai sejak September 2025 setelah pihaknya memperoleh informasi terkait program TJSL PLN.
Proposal tersebut diverifikasi lapangan pada November 2025 dan dinyatakan layak sebelum akhirnya mendapat persetujuan di tingkat pusat serta direalisasikan pada Desember 2025.
“Kami berterima kasih kepada PLN karena akhirnya warga Buton di Samarinda memiliki ambulans sendiri. Ini sangat membantu kebutuhan darurat masyarakat,” ucap Mahfudzun.
Dengan hadirnya ambulans tersebut, warga Buton di Samarinda kini tidak lagi bergantung pada pinjaman kendaraan saat menghadapi situasi genting, terutama untuk layanan kesehatan dan kebutuhan kemanusiaan.














