Beritanusantara.co, Samarinda– Pemerintah Kota Samarinda kembali menggelar Pasar Ramadan dalam rangkaian Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026 di halaman parkir GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa. Kegiatan tahunan yang menjadi magnet warga selama bulan suci itu resmi dibuka Wali Kota Samarinda, Andi Harun, Jumat (20/2/2026).
Pasar Ramadan tahun ini dijadwalkan berlangsung sejak 19 Februari hingga 14 Maret 2026. Panitia menyiapkan 150 stan, terdiri atas 100 stan kuliner dan 50 stan promosi usaha yang diisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sambutannya, Andi Harun menekankan bahwa pasar Ramadan tidak hanya menjadi pusat penjualan takjil dan menu berbuka puasa, tetapi juga ruang interaksi sosial sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Pasar Ramadan ini bukan sekadar tempat belanja, tetapi bagian dari upaya memperkuat ekonomi umat dan mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Pemkot, lanjut dia, juga menjadikan momentum ini untuk mempercepat adaptasi sistem pembayaran digital. Para pedagang didorong memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam setiap transaksi.
“Ke depan kita akan sampai pada masa di mana transaksi tunai semakin ditinggalkan. Era cashless itu keniscayaan,” tegasnya.
Menurut Andi Harun, sejumlah pedagang telah mendapatkan pelatihan penggunaan QRIS dalam beberapa tahun terakhir. Sistem non-tunai dinilai lebih praktis, aman, dan transparan, sekaligus mendukung literasi keuangan digital di tingkat pelaku UMKM.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, selaku ketua panitia melaporkan seluruh stan yang disiapkan tahun ini terisi penuh. Tingginya minat pelaku usaha dinilai mencerminkan optimisme UMKM terhadap perputaran ekonomi selama Ramadan.
“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pendapatan UKM sekaligus menjadi sarana promosi produk lokal. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan masih ada kekurangan,” katanya.
Dengan kembali dipusatkan di kawasan GOR Segiri, Pemkot menargetkan Pasar Ramadan 2026 tak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal selama bulan suci.














