beritanusantara.co, Samarinda– Sebanyak 500 anak yatim di Kota Samarinda menerima santunan tunai dan bingkisan dalam gelaran Yatim Fest 2026 yang digelar Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI), Minggu (1/3/2026).
Kegiatan tahunan yang memasuki tahun kelima ini dipusatkan di Hotel Mercure Samarinda, Jalan Mulawarman. Selain pembagian santunan, panitia menghadirkan konsep berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Penyelenggara Yatim Fest, Luqman, mengatakan tahun ini pesan edukasi, khususnya kesehatan dan nilai keteladanan, dikemas melalui pertunjukan teater bertema Nabiku Teladanku: Dari Luka Membawa Cahaya.
“Untuk tahun ini agak berbeda. Edukasi kesehatannya kami satukan dengan pertunjukan teater sesuai dengan tema besar kami,” ujar Luqman.
Melalui pendekatan seni pertunjukan, panitia berharap anak-anak yatim tidak hanya terhibur, tetapi juga mampu memahami nilai perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi ujian kehidupan.
Peserta yang hadir berasal dari 17 kelompok yatim mandiri serta binaan internal YAI. Selain 500 anak, sekitar 100 bunda yatim turut mendampingi.
Rentang usia peserta pun beragam, mulai dari bayi berusia satu hari hingga anak 12 tahun yang telah kehilangan ayah. Seluruh anak dipastikan menerima santunan tunai dan bingkisan, serta berkesempatan mendapatkan doorprize.
“Nanti kami juga berikan doorprize sepeda untuk peserta yang beruntung,” tambah Luqman.
Ia menegaskan, YAI tidak hanya bergerak melalui kegiatan seremonial tahunan. Pembinaan rutin bagi anak yatim dan bunda yatim terus dilakukan melalui program Wadah Yatim, seperti kegiatan mengaji dan ibadah bersama.
“Di Wadah Yatim, kami mengadakan kegiatan mengaji dan ibadah bersama untuk memastikan tumbuh kembang spiritual mereka tetap terjaga,” katanya.
Salah satu peserta, Raisana Syawal (12), mengaku senang dapat mengikuti Yatim Fest.
Sejak ayahnya meninggal dunia pada 2023 saat ia duduk di bangku kelas 4 SD, Raisana kini tinggal bersama sang ibu.
“Di sini bisa berkumpul sama teman-teman, bermain bareng, rasanya senang sekali,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan, Raisana berusaha tetap berprestasi di sekolah dan membantu ibunya berjualan sepulang sekolah.
“Saya selalu giat belajar dan bantu Ibu jualan serta beres-beres rumah. Doanya semoga bisa terus membanggakan Ibu,” tuturnya.














