beritanusantara.co, Samarinda— Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur mempercepat transformasi ekonomi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Digital Kaltimpreneurs 2026.
Program ini dirancang untuk mencetak pelaku usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu bersaing di pasar digital.
Deputi Kepala Bank Indonesia Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, mengatakan program tersebut tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga mencakup proses kurasi, pembinaan, hingga pendampingan langsung kepada pelaku usaha.
“Tahun ini Digital Kaltimpreneurs disinergikan dengan program Digitalisasi Ekonomi Kerakyatan bersama Mahasiswa Unggulan atau Derawan melalui kolaborasi dengan Universitas Mulawarman Samarinda,” ujarnya di Samarinda, Kamis (5/3/2026).
Program yang berlangsung selama tiga hari mulai 4 Maret tersebut diikuti 50 pelaku UMKM terpilih dari lima kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Para peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi dan kurasi untuk memastikan kesiapan mereka mengikuti program penguatan usaha berbasis digital.
Bayuadi menilai transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM, seiring perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke platform daring.
Karena itu, pelaku usaha didorong untuk memanfaatkan teknologi guna memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi usaha.
Melalui program ini, pelaku UMKM dibekali kemampuan pemasaran digital, pemanfaatan sistem pembayaran digital, hingga pengelolaan laporan usaha yang lebih terintegrasi.
“Salah satu inovasi dalam Digital Kaltimpreneurs 2026 adalah keterlibatan mahasiswa melalui Program Magang Berdampak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman,” kata Bayuadi.
Sebanyak 16 mahasiswa unggulan dilibatkan untuk mendampingi pelaku UMKM secara langsung.
Pendampingan dilakukan mulai dari pemanfaatan e-commerce dan social media commerce, perbaikan administrasi usaha dan pencatatan keuangan, hingga pengembangan identitas merek atau DNA brand agar produk lebih kompetitif.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman, Finnah Fourqoniah, mengatakan program Derawan menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut memberikan manfaat ganda.
Selain membantu UMKM meningkatkan daya saing, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung di lapangan serta mengasah kemampuan kepemimpinan sosial.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kerja sama berkelanjutan antara akademisi, regulator, dan pelaku usaha sehingga mampu memberi dampak nyata bagi pengembangan UMKM,” ujar Finnah.
Digital Kaltimpreneurs 2026 dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yakni kurasi, edukasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi.
Program ini diharapkan mampu mendorong UMKM di Kalimantan Timur naik kelas dan lebih siap menghadapi persaingan ekonomi digital.














