DaerahKalimantan Timur

DPRD Kaltim Minta Publik Tak Panik Soal Harga Pangan Jelang Lebaran

×

DPRD Kaltim Minta Publik Tak Panik Soal Harga Pangan Jelang Lebaran

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle saat diwawancarai di Gedung E, Komplek DPRD, Jalan Teuku Umar, Samarinda.

beritanusantara.co, Samarinda — DPRD Kalimantan Timur meminta masyarakat tidak panik menghadapi potensi kenaikan harga bahan pangan menjelang Idulfitri. Meski sejumlah komoditas diprediksi mengalami lonjakan harga, stok pangan di daerah dinilai masih dalam kondisi aman.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, mengatakan kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari meningkatnya permintaan masyarakat hingga situasi ekonomi global.

“Menjelang Lebaran memang biasanya ada dampak secara sistemik. Kalau misalnya harga BBM naik, biasanya bahan pokok juga ikut terdorong naik,” kata Sabaruddin saat ditemui di Gedung E DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda.

Menurutnya, beberapa komoditas yang kerap mengalami kenaikan harga antara lain cabai, bawang, dan beras.

Namun Sabaruddin menilai lonjakan harga tersebut tidak selalu berdampak buruk, terutama bagi para petani yang selama ini kerap menghadapi harga jual rendah saat panen.

“Kalau cabai naik atau beras naik, saya kira tidak apa-apa juga. Petani kita bisa mendapatkan berkah dari situ,” ujarnya.

Ia menilai para petani sering berada dalam posisi kurang menguntungkan ketika harga komoditas turun di pasaran.

Karena itu, kenaikan harga yang terjadi sesekali dapat menjadi kesempatan bagi petani untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik dari hasil produksi mereka.

“Sering kali harga justru turun dan yang menikmati bukan petani. Jadi kalau setahun sekali harga cabai atau beras naik, berikan kesempatan kepada saudara-saudara kita petani untuk menikmati hasilnya,” katanya.

Meski demikian, Sabaruddin tetap mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan menjelang Lebaran.

Ia menilai panic buying justru dapat memperburuk situasi di pasar.

“Saya pikir panic buying tidak perlu. Cadangan stok pangan kita di Kalimantan Timur masih cukup baik. Sepuluh kabupaten dan kota saya yakin masih terkendali,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat tetap berbelanja secara wajar dan tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memicu kepanikan menjelang hari besar keagamaan.

Example 300250