DaerahKalimantan Timur

Umat Hindu Samarinda Rayakan Nyepi 1948 Bertema Vasudhaiva Kutumbakam

×

Umat Hindu Samarinda Rayakan Nyepi 1948 Bertema Vasudhaiva Kutumbakam

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Ritual ibadah Umat hindu di Samarinda.

beritanusantara.co, Samarinda — Umat Hindu di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, bersiap menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dengan mengangkat pesan persaudaraan dan harmoni melalui tema “Vasudhaiva Kutumbakam”.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Samarinda, I Putu Suberata, mengatakan Nyepi bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momentum refleksi untuk menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam dan sesama.

“Ketika kami berhenti dari aktivitas dan perjalanan, itu memberi ruang bagi bumi untuk pulih. Ini bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Rangkaian perayaan Nyepi di Samarinda diawali dengan upacara Melasti yang digelar di Sungai Mahakam pada Selasa (17/3/2026). Prosesi ini menjadi simbol penyucian diri dan alam semesta.

Selanjutnya, umat akan melaksanakan Tawur Agung Kesanga dan pawai ogoh-ogoh pada Rabu (18/3) di Pura Jagat Hita Karana sebagai bagian dari penyeimbangan energi negatif.

Puncak perayaan berlangsung pada Kamis (19/3) melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian selama 24 jam. Umat menjalankan empat pantangan utama, yakni tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menikmati hiburan.

Ketua Panitia Nyepi, I Gusti Bagus Armayasa, menyebut seluruh tahapan telah dipersiapkan, mulai dari ritual awal hingga sarana upacara.

“Setelah persiapan, dilanjutkan Melasti, Tawur Kesanga, hingga Nyepi,” ujarnya.

Usai Nyepi, umat akan merayakan Ngembak Geni pada Jumat (20/3) sebagai momentum untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan antarwarga.

Tokoh umat Hindu Samarinda, I Made Subamia, menilai Nyepi menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan.

“Ini bukan hanya soal berdiam diri, tapi juga refleksi untuk menjaga kedamaian dan harmoni,” katanya.

Melalui perayaan ini, umat Hindu di Samarinda mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan, toleransi, dan kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Example 300250