Advertorial

Damayanti Soroti Kejadian Pelecehan Seksual Kegiatan Pramuka Di Samarinda

×

Damayanti Soroti Kejadian Pelecehan Seksual Kegiatan Pramuka Di Samarinda

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.

Beritanusantara.co, Samarinda – Belakangan ini dunia pendidikan kembali mendapatkan sorotan setelah adanya kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa empat murid di salah satu sekolah di Samarinda yang sedang dalam kegiatan kepramukaan

menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti kecewa atas kejadian tersebut, ia menilai ini dapat mencoreng nama baik pramuka yang selama ini dikenal dapat membentuk karakter pemuda.

“Ini peristiwa yang sangat mengecewakan. Pramuka adalah sebuah organisasi pendidikan karakter, tempat anak-anak kita dididik soal kepemimpinan, tanggung jawab, dan toleransi. Ketika justru terjadi pelecehan oleh seorang pembina, ini mencoreng nilai-nilai luhur yang diusung gerakan Pramuka,” terangnya.

Damayanti menegaskan bahwa kasus ini harus jadi tanggung jawab semua pihak, karena ini telah menyangkut berbagai instansi, terlebih kejadian tersebut berada di lingkungan sekolah

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, masyarakat, hingga organisasi tempat anak-anak ini bernaung. Jangan sampai lingkungan yang seharusnya aman justru menjadi tempat mereka mengalami trauma,” ucapnya.

Dalam mengatasi kasus ini, tim reaksi cepat perlindungan perempuan dan anak disebut telah mulai bergerak mengawal kasus ini, meskipun prosesnya masih terkendala minimnya bukti.

Lanjut, Damayanti menekankan bahwa bentuk pelecehan bukan hanya fisik, tetapi juga verbal.

“Kadang hal-hal yang dianggap sepele, seperti siul-siul, itu juga bentuk pelecehan. Ini harus menjadi pelajaran bersama bahwa kita perlu menciptakan ruang aman bagi anak,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menjadikannya catatan penting dalam upaya memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

“Lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman, bukan justru tempat anak-anak kehilangan rasa percaya dirinya akibat pelecehan,” tutupnya. (Da/Adv/DPRDKaltim)

Example 300250