Beritanusantara.co, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penurunan ekspor batu bara Indonesia ke China dan India hingga pertengahan 2025.
Berdasarkan data Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), ekspor ke China turun 15%, sedangkan ke India turun 7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini dikhawatirkan berdampak pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor mineral dan batu bara (minerba).
Direktur Jenderal Minerba, Tri Winarno, berharap situasi tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan negara karena masih ada komoditas lain yang menopang.
“Mudah-mudahan masih aman, karena ada kenaikan harga komoditas lain,” ujarnya.
Namun, berdasarkan data Minerba One Data Indonesia (MODI), realisasi PNBP hingga Juni 2025 tercatat sebesar Rp9,87 triliun, turun dari bulan Mei yang mencapai Rp10,65 triliun.
Penurunan ini juga diperburuk oleh melemahnya harga batu bara global. Mengacu pada data Refinitiv, harga acuan Newcastle untuk kontrak Agustus 2025 berada di level US$107 per ton, turun 4,68% secara mingguan dan anjlok 15,75% sepanjang tahun.
Penurunan harga batu bara disebabkan oleh tingginya produksi dalam negeri China yang mencapai 5 miliar ton pada Januari–Mei 2025 dan kebijakan pembatasan impor.
China juga meningkatkan ekspor batu bara ke negara lain dan memperkuat stok batu bara untuk pembangkit listriknya. (h/bn)














