DaerahKalimantan Timur

Program Makan Bergizi Gratis Diluncurkan di Tiga Daerah Kaltim, Sasar Ibu dan Anak

×

Program Makan Bergizi Gratis Diluncurkan di Tiga Daerah Kaltim, Sasar Ibu dan Anak

Sebarkan artikel ini
Menu Makan Bergizi Gratis yang dipamerkan Badan Gizi Nasional pada pemeran Hari Kesatuan Gerak PKK se-Indonesia di Samarinda, Kaltim.

Beritanusantara.co, Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dijalankan di tiga wilayah Kalimantan Timur untuk meningkatkan asupan nutrisi seimbang bagi kelompok rentan, terutama ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak dari jenjang TK hingga SMP.

Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Kaltim, Kartika Linda Pratiwi, mengungkapkan bahwa program MBG saat ini telah diimplementasikan di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.

“Program ini bertujuan untuk memastikan masyarakat, khususnya ibu dan anak, mendapatkan makanan bergizi setiap hari. Saat ini, baru diterapkan di tiga daerah sebagai tahap awal,” ucap Kartika, Senin (7/7).

Dalam pameran tersebut, BGN Kaltim juga menampilkan contoh menu harian yang diberikan kepada penerima manfaat. Menurut Kartika, meskipun jenis makanannya hampir serupa, takaran atau gramasi disesuaikan dengan usia dan kebutuhan gizi masing-masing kelompok.

“Untuk siswa SD kelas 4-6, SMP, dan ibu hamil serta menyusui, anggarannya Rp10.000 per porsi. Sedangkan untuk anak-anak TK, PAUD, dan SD kelas 1-3 sebesar Rp8.000 karena gramasinya lebih kecil,” jelasnya.

Menu yang disajikan pun bervariasi setiap hari dan disusun oleh ahli gizi, guna memastikan kecukupan nutrisi. Kartika menyebutkan, tidak melulu nasi sebagai sumber karbohidrat, tetapi bisa juga diganti dengan kentang atau bahan lain yang setara.

Ia memastikan bahwa setiap porsi telah memenuhi standar gizi seimbang, mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, serta buah-buahan. Respons masyarakat terhadap program ini dinilai sangat positif.

“Kami terus berupaya memperluas jangkauan program. Untuk saat ini masih terbatas pada sekolah yang dekat dengan dapur MBG aktif. Ke depan, kami berharap setiap kecamatan bisa memiliki dapur sendiri,” tutup Kartika. (h/bn)

Example 300250