Beritanusantara.co, Samarinda – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur menggeser paradigma program transmigrasi dari sekadar pemindahan penduduk menjadi pembangunan kawasan berbasis kualitas sumber daya manusia guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Kaltim, Hasan, mengatakan transmigrasi saat ini telah berevolusi menjadi Transmigrasi Modern atau revitalisasi kawasan transmigrasi yang berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang masyarakat.
“Dulu transmigrasi identik dengan memindahkan penduduk dari daerah padat ke daerah jarang penduduk. Sekarang konsepnya sudah berubah, kita masuk ke transmigrasi modern,” kata Hasan di Samarinda, Sabtu (13/12).
Menurutnya, pemerintah daerah tengah melakukan transformasi mendasar dalam kebijakan perpindahan penduduk dengan menitikberatkan pada kemandirian ekonomi, produktivitas, serta kemampuan para transmigran dalam mengelola potensi wilayah.
Hasan menjelaskan, program transmigrasi modern tidak lagi mengejar target kuantitas jumlah pendatang, melainkan kualitas keahlian dan kapasitas sumber daya manusia yang datang ke kawasan transmigrasi.
“Yang kita dorong sekarang bukan berapa banyak orang yang datang, tetapi bagaimana kemampuan dan produktivitas mereka agar kawasan tersebut benar-benar tumbuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan paradigma ini bertujuan menciptakan integrasi sosial yang harmonis antara masyarakat pendatang dan masyarakat lokal sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan bersama.
“Kawasan transmigrasi dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dampaknya dirasakan merata oleh masyarakat sekitar,” katanya.
Hasan juga menegaskan, revitalisasi kawasan transmigrasi menghapus kesan eksklusivitas karena masyarakat lokal justru dilibatkan sebagai mitra utama dalam pembangunan wilayah. (h/bn)














