Beritanusantara.co, Samarinda – Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,53 persen sepanjang 2025, ditopang oleh kuatnya kinerja sektor industri, investasi, serta beroperasinya sejumlah proyek strategis nasional dan industri baru.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur Mas’ud Rifai mengungkapkan, salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah berasal dari sektor industri pengolahan, termasuk peningkatan produksi PT Pupuk Kalimantan Timur yang mencapai 6,67 juta ton, atau naik sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2025 didukung oleh kinerja produksi sejumlah komoditas utama, salah satunya realisasi produksi Pupuk Kaltim yang meningkat signifikan,” kata Mas’ud Rifai dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2).
Selain itu, Mas’ud menyebut mulai beroperasinya berbagai industri baru, seperti smelter nikel, industri pengolahan minyak kelapa sawit, serta industri bahan kimia, turut memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.
Faktor lain yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltim adalah rampungnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan, yang merupakan salah satu proyek strategis nasional.
Tak hanya itu, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) secara kumulatif juga meningkat sekitar 15 persen sepanjang 2025. Pembangunan infrastruktur di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), seperti jalan tol, Istana Wakil Presiden, masjid negara, bandara VVIP, basilika, hingga kawasan yudikatif dan legislatif, turut memperkuat aktivitas ekonomi.
Mas’ud menjelaskan, dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat andil pertumbuhan tertinggi, yakni 13,03 persen, didorong meningkatnya jumlah kegiatan dan unit usaha.
“Bertambahnya usaha food and beverage, terselenggaranya festival kuliner, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sembilan kabupaten/kota, serta meningkatnya kunjungan wisatawan turut mengangkat kinerja sektor ini,” ujarnya.
Dari total 17 lapangan usaha di Kaltim, terdapat lima sektor utama yang mendominasi struktur ekonomi, yakni pertambangan dan penggalian dengan andil 34,18 persen, industri pengolahan sebesar 20 persen, konstruksi sebesar 11,58 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 9,58 persen, serta perdagangan sebesar 7,62 persen.
Namun demikian, Mas’ud mencatat tidak semua sektor mengalami pertumbuhan positif. Lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi 0,11 persen, sementara konstruksi terkontraksi 0,17 persen.
“Meski demikian, tiga dari lima lapangan usaha utama pembentuk ekonomi Kaltim tetap menunjukkan pertumbuhan positif, yaitu industri pengolahan, pertanian kehutanan dan perikanan, serta perdagangan,” pungkasnya. (h/bn)














