beritanusantara.co, Samarinda — Pembangunan jalan darat yang menghubungkan Kutai Barat dengan Mahakam Ulu terus dikebut. Dari total panjang sekitar 136 kilometer, sekitar 90 kilometer ruas jalan dilaporkan telah tertangani.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengungkapkan, sisa pekerjaan yang belum rampung sekitar 40 kilometer akan diselesaikan secara bertahap hingga 2027.
“Sekitar 27 kilometer ditangani tahun ini oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, targetnya selesai akhir 2026,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan open house.
Ia menjelaskan, jalur yang dilalui dari Tering menuju ibu kota Mahulu, Ujoh Bilang, merupakan proyek lintas kewenangan. Penanganannya melibatkan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten.
Secara rinci, ruas kilometer 0–10 dibiayai melalui APBN. Kemudian kilometer 10–41 menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kaltim. Sementara kilometer 41–117 kembali ditangani pemerintah pusat, dan kilometer 117–136 menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu.
Selain pengerjaan fisik jalan, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp18 miliar untuk menangani tujuh titik rawan longsor di sepanjang jalur tersebut.
Pada 2026, penanganan lanjutan juga disiapkan melalui tiga paket anggaran masing-masing sekitar Rp30 miliar untuk memperbaiki sekitar 7,6 kilometer ruas jalan yang masih membutuhkan peningkatan kualitas.
Seno menegaskan, proyek ini menjadi kunci membuka keterisolasian wilayah perbatasan. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai akan memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang.
“Kalau jalannya sudah tembus dan layak dilalui sepanjang tahun, aktivitas ekonomi masyarakat pasti ikut bergerak,” katanya.
Pemprov Kaltim memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan agar seluruh ruas dapat dituntaskan pada 2027.














