beritanusantara.co, Samarinda— Menjelang Idulfitri 2026, harga sejumlah bahan pokok di Kalimantan Timur mulai merangkak naik, terutama komoditas cabai. Untuk menahan lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat, Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Timur menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Samarinda, Rabu (11/3/2026).
Program ini menghadirkan berbagai bahan pangan dengan harga di bawah pasaran karena pemerintah mempertemukan langsung produsen seperti petani dan peternak dengan konsumen.
Langkah tersebut dilakukan untuk memotong rantai distribusi yang selama ini turut memengaruhi tingginya harga di pasar.
Kepala Dinas Pangan Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
Tujuannya untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan strategis dengan harga yang lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasar,” ujar Fahmi.
Ia menyebut pengawasan distribusi dan harga pangan tahun ini juga diperketat. Pemerintah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan sejak awal 2026 atas arahan Badan Pangan Nasional.
Satgas tersebut secara rutin melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional, distributor hingga ritel modern guna memastikan tidak terjadi pelanggaran harga maupun distribusi pangan, khususnya menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan meningkat.
Selain di tingkat provinsi, Gerakan Pangan Murah juga digelar secara serentak di sejumlah daerah di Kalimantan Timur, di antaranya Samarinda, Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Timur, Bontang, serta Kutai Barat.
Menurut Fahmi, komoditas yang mengalami kenaikan harga paling signifikan menjelang Lebaran adalah cabai. Sementara harga beras SPHP dan minyak goreng relatif lebih stabil karena adanya intervensi dari Perum Bulog.
Salah seorang warga Samarinda, Diah (52), mengaku harga bahan pangan yang dijual dalam kegiatan tersebut lebih murah dibandingkan harga di pasar.
“Selisihnya bisa sampai lima ribu rupiah. Cabai rawit di pasar hampir Rp80 ribu per kilo, di sini sekitar Rp70 ribuan. Bawang merah di pasar Rp40 ribu, di sini Rp35 ribu,” ujarnya.
Ia juga menyebut harga minyak goreng dua liter di pasar saat ini sudah mencapai sekitar Rp42 ribu, sementara di Gerakan Pangan Murah dijual Rp36 ribu.
Dalam kegiatan tersebut, beberapa komoditas pangan dijual dengan harga lebih rendah, di antaranya bawang putih Rp34 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp25 ribu per kilogram, telur omega Rp68 ribu per piring, beras premium lima kilogram Rp77 ribu, serta beras SPHP lima kilogram Rp60 ribu.














