Teks foto: Jembatan Mahakam Samarinda
Sering Ditabrak Tongkang, Pemprov Kaltim Percepat Pembangunan Dolphin di Bawah Jembatan Mahakam
Beritanusantara.co, Samarinda —Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mempercepat pembangunan fasilitas dolphin tambat di alur Sungai Mahakam untuk meningkatkan keselamatan pelayaran, terutama di bawah Jembatan Mahakam.
Langkah ini diambil menyusul tingginya angka tabrakan kapal di kawasan tersebut. Hingga Maret 2026, Jembatan Mahakam I tercatat telah mengalami sedikitnya 24 kali benturan, mayoritas melibatkan tongkang batu bara.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kaltim Ahmad Maslihuddin mengatakan, pembangunan dolphin menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem keselamatan di jalur sungai.
“Prioritas kami meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus kapal, khususnya di titik rawan seperti bawah jembatan,” ujarnya.
Menurutnya, dolphin tambat tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersandar, tetapi juga membantu mengarahkan kapal agar tetap berada di jalur aman saat melintas.
Kawasan bawah Jembatan Mahakam selama ini dikenal sebagai titik rawan tabrakan, seiring tingginya lalu lintas tongkang pengangkut batu bara.
Dalam periode Februari 2025 hingga Maret 2026, tercatat enam insiden tabrakan terjadi di lokasi tersebut. Insiden terbaru terjadi pada 8 Maret 2026, saat tongkang menabrak bagian pelindung jembatan.
“Mayoritas melibatkan tongkang batu bara, ini menjadi perhatian serius karena berisiko terhadap keselamatan pelayaran dan struktur jembatan,” kata Maslihuddin.
Selain di Jembatan Mahakam I, insiden serupa juga terjadi di Jembatan Mahakam Ulu yang mengalami dua kali tabrakan dalam dua pekan pada awal 2026.
Pemprov Kaltim juga melakukan evaluasi terhadap jalur pelayaran di Sungai Mahakam, termasuk kemungkinan penyesuaian rute kapal untuk mengurangi risiko kecelakaan.
“Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga meninjau ulang regulasi jalur pelayaran agar lebih efektif,” tutupnya.














