Kalimantan Timur

Syarifatul Syadiah Gelar Reses di Berau, Infrastruktur Hingga Masalah Gas LPG Jadi Keluhan Warga

×

Syarifatul Syadiah Gelar Reses di Berau, Infrastruktur Hingga Masalah Gas LPG Jadi Keluhan Warga

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah saat menggelar reses di sejumlah titik di Kabupaten Berau. (Foto: Ist)

8/11/2024

Beritanusantara.co, Berau – Kehadiran Syarifatul Syadiah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), dalam reses yang digelar 31 Oktober hingga 7 November 2024 di Kampung Buyung-Buyung, Talabar dan Tanjung Batu, membawa harapan baru bagi warga setempat.

Dalam kunjungan ini, Syarifatul menyimak langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, dengan perhatian utama pada masalah infrastruktur yang memprihatinkan, kelangkaan gas elpiji, dan permintaan pelatihan keterampilan bagi warga.

Keluhan pertama yang mendominasi adalah kondisi jalan yang menghubungkan kampung-kampung tersebut. Jalan yang rusak parah, belum tersentuh perbaikan, menjadi kendala serius bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jarak antar kampung cukup jauh, dan bisa dibayangkan bagaimana sulitnya jika harus melintasi jalan yang rusak,” ungkap Syarifatul, menyuarakan kekhawatiran masyarakat tentang pentingnya infrastruktur yang baik untuk mendukung kehidupan mereka.

Masalah lain yang juga mencuat adalah kelangkaan gas elpiji 3 kg, kebutuhan pokok yang kini semakin sulit ditemukan. Banyak ibu rumah tangga yang harus berjuang untuk mendapatkan gas elpiji, yang berdampak langsung pada aktivitas harian mereka.

“Gas itu keperluan untuk memasak setiap hari, kalau langka bagaimana?” tutur Syarifatul prihatin, menggambarkan kondisi yang menambah beban hidup masyarakat.

Tak hanya berhenti pada isu infrastruktur dan kelangkaan gas, Syarifatul juga mendengarkan aspirasi terkait kebutuhan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Warga, terutama para ibu rumah tangga, mengusulkan program pelatihan tata boga dan UMKM.

Mereka berharap pelatihan ini bisa membuka peluang usaha baru dan menambah penghasilan keluarga. “Pelatihan ini sangat dibutuhkan untuk membuka peluang usaha baru dan meningkatkan keterampilan di kalangan ibu rumah tangga,” tambah Syarifatul.

Selain itu, beberapa warga mengusulkan pembentukan kelompok petani sayur dan pelatihan menjahit, yang bertujuan memberdayakan perempuan dan memperkuat ekonomi lokal.

“Ini langkah yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menggerakkan perekonomian di tingkat lokal,” ujarnya.

Para petani juga menyampaikan keluhan terkait minimnya pasokan pupuk, yang mereka rasakan semakin mempengaruhi produktivitas dan ekonomi mereka. Bagi para petani di Berau, bantuan pupuk sangat berarti untuk meningkatkan hasil panen dan kondisi ekonomi keluarga.

Menanggapi seluruh aspirasi ini, Syarifatul berkomitmen untuk memperjuangkannya di tingkat DPRD Kaltim. “Saya akan membawa aspirasi ini ke DPRD dan terus berjuang untuk memastikan kebutuhan masyarakat Berau bisa terakomodir dengan baik,” ucapnya penuh semangat.

Ia juga memastikan bahwa kegiatan reses akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai upaya memahami langsung kebutuhan dan permasalahan masyarakat yang diwakilinya.

Kehadiran Syarifatul di tengah masyarakat Berau diharapkan menjadi langkah awal yang membawa perubahan signifikan, khususnya dalam perbaikan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan keterampilan ekonomi warga. (Pai/Adv/DPRDKaltim)

Example 300250