Kalimantan Timur

Tantangan Pendidikan di Kutai Kartanegara, Ribuan Anak Terancam Putus Sekolah

×

Tantangan Pendidikan di Kutai Kartanegara, Ribuan Anak Terancam Putus Sekolah

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Ist)

11/11/2024

Beritanusantara.co, Samarinda – Di tengah pesatnya perkembangan dunia pendidikan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) justru menghadapi kenyataan pahit yang mengkhawatirkan masa depan ribuan anak.

Menurut data terbaru dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud Ristek per 29 Juni, tercatat sebanyak 1.911 lulusan SD di Kukar tidak melanjutkan pendidikan ke SMP, sementara 2.400 lulusan SMP tak bisa melanjutkan ke SMA. Selain itu, sebanyak 3.298 anak harus putus sekolah di tengah perjalanan mereka.

Yang lebih memprihatinkan lagi, sekitar 6.000 anak di daerah ini bahkan belum pernah merasakan bangku pendidikan formal. Angka-angka ini menggambarkan situasi yang mendesak, sebuah krisis pendidikan yang harus segera mendapat perhatian.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menekankan bahwa krisis ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Ini harus menjadi catatan penting dan masalah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Salehuddin dengan tegas.

Ia mengungkapkan bahwa pemahaman terhadap akar masalah sangatlah penting, apakah itu disebabkan oleh kesulitan ekonomi atau kurangnya minat anak untuk bersekolah, terutama di kawasan yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor perkebunan.

Kecamatan Samboja dan Tenggarong menjadi contoh nyata dari permasalahan ini, dengan masing-masing mencatatkan 360 dan 384 anak yang tidak bersekolah.

Menurut Salehuddin, salah satu langkah konkret yang bisa diambil adalah dengan memberikan dukungan beasiswa yang tepat sasaran, seperti program Kukar Idaman dan Kaltim Tuntas.

“Beasiswa ini harus kita dorong untuk menyelesaikan masalah yang ada,” ujar Salehuddin.

Ia berharap, program beasiswa tersebut dapat menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama di daerah-daerah yang rawan dengan angka putus sekolah tinggi, agar mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa terhambat biaya.

Fokus utama, menurutnya, adalah memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin di wilayah dengan tingkat putus sekolah tinggi mendapatkan akses pendidikan yang layak. Dengan begitu, masa depan pendidikan anak-anak di Kukar dapat lebih cerah.

“Kita harus bersama-sama berusaha agar anak-anak ini tidak kehilangan masa depan mereka hanya karena keterbatasan ekonomi,” pungkasnya penuh harap. (Pai/Adv/DPRDKaltim)

Example 300250