Kalimantan Timur

Shemmy Dorong Pemberdayaan Perempuan untuk Menggerakkan Ekonomi Lokal

×

Shemmy Dorong Pemberdayaan Perempuan untuk Menggerakkan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari. (Foto: HUMAS Sekretariat DPRD Kaltim)

1/11/2024

Beritanusantara.co, Samarinda – Di tengah dinamika pembangunan Kalimantan Timur (Kaltim), Shemmy Permata Sari, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, menegaskan komitmennya untuk memberdayakan perempuan di daerahnya.

Bagi Shemmy, pemberdayaan perempuan bukanlah sekadar wacana, melainkan suatu keharusan yang akan menjadi pendorong utama dalam menggerakkan ekonomi lokal, terutama dengan memaksimalkan keterampilan yang dimiliki oleh perempuan.

Shemmy menilai, potensi perempuan di Kaltim sangat besar, namun sering kali terhambat oleh minimnya dukungan dan akses terhadap pelatihan serta peluang usaha. Hal ini terutama terlihat di Kota Bontang, di mana banyak perempuan yang memiliki keterampilan dan kemampuan, namun belum dapat mengoptimalkan potensi mereka karena keterbatasan fasilitas dan pendampingan yang memadai.

“Perempuan di Bontang, dan Kaltim pada umumnya, banyak yang memiliki keterampilan luar biasa. Namun mereka seringkali terkendala oleh kurangnya akses untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Pemberdayaan mereka melalui pelatihan dan pendidikan adalah kunci,” ujar Shemmy dalam sebuah wawancara.

Melihat hal ini, Shemmy bertekad untuk memperkenalkan berbagai program pemberdayaan yang fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama di kalangan perempuan. Salah satu program unggulan yang akan digulirkannya adalah pelatihan keterampilan yang ditujukan khusus untuk ibu-ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan kemampuan wirausaha mereka.

“Nantinya, anggaran yang tersedia akan kami alokasikan untuk program pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu di Kota Bontang. Tujuannya adalah untuk membuka kesempatan agar mereka bisa mandiri secara finansial, sekaligus berkontribusi lebih besar pada ekonomi keluarga dan daerah,” tambah Shemmy dengan semangat.

Pentingnya pelatihan keterampilan ini bagi Shemmy tidak hanya dilihat dari segi pemberdayaan ekonomi keluarga, tetapi juga sebagai solusi atas masalah pengangguran yang cukup tinggi di Kota Bontang.

Dengan keterampilan yang tepat, Shemmy yakin para perempuan di Kaltim akan lebih mudah menciptakan peluang usaha, yang pada gilirannya akan mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

“Program ini diharapkan tidak hanya mengatasi masalah finansial keluarga, tetapi juga memberikan peluang baru bagi para perempuan untuk mengembangkan usaha. Ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan perekonomian daerah,” tegas Shemmy.

Shemmy juga menyadari bahwa banyak ibu rumah tangga yang selama ini merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi di tengah keterbatasan peluang kerja.

Oleh karena itu, program pemberdayaan yang diusulkan Shemmy akan lebih fokus pada keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam usaha sehari-hari, seperti kerajinan tangan, masakan khas daerah, atau bahkan usaha digital.

“Saya ingin para perempuan Kaltim merasa bahwa mereka punya peluang yang setara untuk berkembang, dan pemerintah hadir untuk memberikan dukungan penuh bagi mereka,” ujar Shemmy.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang kesejahteraan individu, tetapi juga tentang menciptakan dampak positif bagi perekonomian daerah secara keseluruhan. Dengan semakin banyak perempuan yang mandiri secara ekonomi, roda perekonomian di Kaltim pun akan semakin dinamis, dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih inklusif.

“Kami ingin melihat perempuan Kaltim yang tak hanya menjadi penggerak ekonomi keluarga, tetapi juga turut berkontribusi dalam kemajuan daerah ini. Pemberdayaan perempuan adalah langkah menuju Kaltim yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Shemmy. (Pai/Adv/DPRDKaltim)

Example 300250