DaerahKalimantan Timur

Karhutla Menurun, Asap Masih Terperangkap di Kaltim, Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruangan

×

Karhutla Menurun, Asap Masih Terperangkap di Kaltim, Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Sebarkan artikel ini
Teks Foto: Asap sisa kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Timur meski kejadian karhutla mulai menurun.

beritanusantara.co,SAMARINDA- Berkurangnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur belum sepenuhnya memulihkan kondisi udara. Asap sisa kebakaran masih bertahan di atmosfer dan menyebabkan kualitas udara di sejumlah daerah berada pada kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga juga diimbau menggunakan masker apabila harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang belum membaik.

Pelaksana Harian Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, mengatakan hujan diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Ia menyebut, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), air hujan dibutuhkan untuk membantu memperbaiki kondisi atmosfer yang masih dipenuhi asap.

“Mudah-mudahan dengan adanya hujan ini, asap yang mengitari wilayah Kalimantan Timur bisa hilang,” ujarnya dalam program Publika TVRI Kalimantan Timur (3/11/2026).

Tresna menjelaskan, penurunan jumlah kejadian kebakaran tidak serta-merta membuat kualitas udara kembali normal. Asap yang dihasilkan dari karhutla masih berada di atmosfer sehingga dampaknya tetap dirasakan masyarakat.

“Sekarang kondisinya asap ini masih ada di atmosfer kita, terjebak,” tuturnya.

Berdasarkan pemantauan yang dicatat BPBD, sejumlah wilayah masih mengalami kondisi udara tidak sehat. Daerah yang disebut antara lain kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kutai Barat, dan Samarinda.

Situasi tersebut menjadi alasan masyarakat diminta tidak menganggap berakhirnya kebakaran sebagai tanda bahwa kondisi lingkungan sudah aman. Paparan asap tetap perlu diantisipasi, terutama ketika melakukan kegiatan di luar rumah atau kantor.

BPBD berharap hujan dapat turun secara merata sehingga membantu membersihkan udara dan mengembalikan kondisi atmosfer di Kaltim.

“Kami juga mengharapkan setelah ada hujan ini bisa terang benderang Kalimantan Timur,” katanya.

Sembari menunggu kualitas udara membaik, masyarakat diminta mengenakan masker saat berada di luar ruangan dan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak. Langkah tersebut menjadi upaya pencegahan untuk mengurangi paparan asap.

“Indeks udara kita juga tidak sehat sama sekali ada beberapa daerah. Mungkin juga di IKN ada, kami di Kubar juga ada kami catat, kemudian di Samarinda juga,” jelasnya.

“Kami juga mengharapkan masyarakat bisa mengenakan masker untuk upaya pencegahan. Kemudian menghindari aktivitas di luar dari rumah atau kantor,” pungkasnya.

Example 300250