15/11/2024
Beritanusantara.co, Samarinda – Stunting masih menjadi tantangan besar dalam upaya peningkatan kesehatan anak di Indonesia. Kasus ini, yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan anak, memerlukan perhatian serius dan penanganan sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar di masa depan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, menyoroti pentingnya pemberian gizi yang cukup pada ibu hamil sebagai langkah utama dalam pencegahan stunting. Menurutnya, pemberian nutrisi yang baik harus dimulai bahkan sebelum kehamilan dan dilanjutkan selama kehamilan serta 1.000 hari pertama kehidupan anak.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak awal, yakni dengan memberikan nutrisi yang cukup pada ibu hamil dan janin. Jika ibu kekurangan gizi sebelum dan selama kehamilan, itu akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak hingga mereka dewasa,” jelas Andi Satya.
Masalah stunting, menurutnya, sangat kompleks dan berkelanjutan. Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan fisik pada anak yang akan berdampak seumur hidup. Untuk itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memberikan perhatian lebih pada upaya pencegahan.
Lebih lanjut, Andi Satya juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat bagi ibu hamil. Selain pemenuhan gizi yang optimal, faktor lingkungan, seperti polusi, juga dapat memengaruhi perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil itu sendiri.
“Lingkungan yang bersih sangat penting untuk ibu hamil. Polusi udara atau lingkungan yang buruk bisa berdampak negatif pada kesehatan ibu dan anak yang dikandungnya,” imbuhnya.
Anggota DPRD Kaltim ini berharap agar pemerintah daerah lebih proaktif dalam mengatasi kasus stunting, terutama di Kalimantan Timur. Ia meminta agar ada upaya konkret untuk membantu ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang tepat, guna memastikan perkembangan anak-anak yang lebih sehat dan terhindar dari stunting.
“Pemerintah harus memastikan bahwa ibu hamil di Kaltim mendapatkan dukungan yang memadai, baik dari segi asupan nutrisi maupun lingkungan yang sehat, agar kasus stunting dapat ditekan dan dicegah dengan efektif,” tutup Andi Satya.
Dengan upaya yang lebih serius dari semua pihak, diharapkan generasi penerus di Kaltim dapat tumbuh sehat, cerdas dan memiliki masa depan yang lebih baik. (Pai/Adv/DPRDKaltim)














