13/11/2024
Beritanusantara.id, Samarinda – Kemenangan gemilang para atlet difabel Kalimantan Timur (Kaltim) di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII/2024 di Solo, Jawa Tengah, mengukir prestasi yang membanggakan. Dengan raihan 7 medali emas, 13 medali perak dan 17 medali perunggu, Kaltim berhasil menempatkan diri di posisi ke-13 dalam klasemen akhir perolehan medali.
Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan Peparnas XVI di Papua, di mana Kaltim hanya mengantongi 5 medali emas. Prestasi ini jelas menunjukkan kerja keras atlet dan dukungan berbagai pihak yang tak kenal lelah, namun di balik kebanggaan ini, ada sebuah tantangan besar yang perlu segera direspons.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Salehuddin, mengungkapkan bahwa meskipun hasil yang dicapai sangat membanggakan, masih ada kebutuhan untuk memperkuat sistem dukungan bagi para atlet. Dalam wawancara dengan media, Salehuddin menekankan pentingnya komunikasi yang lebih baik dan koordinasi yang lebih erat antara semua pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah hingga organisasi olahraga.
“Komunikasi antar pihak perlu diperkuat untuk memberikan dukungan penuh terhadap para atlet. Hal ini tentunya akan memudahkan kita untuk lebih memahami dan memenuhi kebutuhan mereka, baik dalam hal pelatihan maupun fasilitas yang diperlukan,” ujar Salehuddin dengan penuh keyakinan.
Politisi Partai Golkar ini, yang dikenal memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan olahraga di Kaltim, menyarankan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam pembinaan atlet difabel dapat lebih bersinergi. Menurutnya, koordinasi yang baik antar-OPD akan menciptakan ekosistem yang lebih mendukung para atlet, mulai dari persiapan hingga pertandingan.
“Koordinasi yang erat antar-OPD sangat penting untuk memastikan bahwa atlet disabilitas kita mendapatkan perhatian yang memadai, baik dari segi fasilitas maupun dukungan psikologis. Ini akan sangat membantu dalam memaksimalkan potensi mereka,” lanjut Salehuddin.
Tak hanya itu, Salehuddin juga menekankan pentingnya komunikasi yang terjalin dengan baik antara DPRD Kaltim dan pemerintah daerah. Menurutnya, hal ini akan memungkinkan pihak legislatif untuk memberikan dukungan lebih besar terhadap pengembangan olahraga disabilitas di masa depan.
“Kami di DPRD siap memberikan dukungan yang lebih besar lagi ke depannya. Namun, tentu saja, ini semua harus dikomunikasikan dengan jelas dan efektif,” tegasnya.
Rasa optimisme Salehuddin semakin terasa ketika ia melihat prestasi di Peparnas XVII sebagai langkah awal yang menggembirakan. Ia berharap, prestasi ini akan menjadi titik tolak untuk Kaltim dalam terus mengukir keberhasilan di ajang olahraga baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Ini bukan akhir, tetapi awal dari upaya kami untuk memperkuat sinergi dan dukungan agar para atlet Kaltim dapat terus berkiprah di kancah yang lebih besar,” ungkap Salehuddin dengan semangat yang membara.
Dengan semangat juang para atlet yang tak kenal lelah dan komitmen kuat dari para pemangku kebijakan seperti Salehuddin, masa depan olahraga disabilitas di Kaltim terlihat semakin cerah. Prestasi yang telah diraih bukan hanya soal medali, tetapi juga cerminan dari dedikasi, kerja keras, dan dukungan yang berkelanjutan demi menciptakan sejarah baru yang lebih gemilang di masa mendatang. (Pai/Adv/DPRDKaltim)














