4/11/2024
Beritanusantara.co, Samarinda – Setelah penghapusan Ujian Nasional (UN) pada 2021 silam, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, mengemukakan perlunya pendekatan baru dalam evaluasi pendidikan untuk memastikan kualitas kelulusan siswa tetap terukur dan objektif.
Menurut Salehuddin, meskipun UN tidak lagi menjadi bagian dari sistem pendidikan, keberadaan indikator evaluasi yang jelas dan efektif sangat penting untuk mengukur kompetensi siswa secara menyeluruh.
“Tanpa UN, kita tetap membutuhkan parameter lain yang bisa mengukur kompetensi siswa secara objektif,” ujar Salehuddin saat diwawancarai awak media.
Ia menambahkan bahwa meskipun UN sering dianggap sebagai formalitas, peran ujian tersebut sebenarnya vital dalam menilai hasil dari kurikulum dan metode pengajaran yang diterapkan di sekolah.
Sebagai alternatif, Salehuddin mendukung penggunaan ujian kompetensi atau survei karakter sebagai instrumen evaluasi tambahan. Ia percaya pendekatan ini dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh tentang perkembangan siswa, tidak hanya dari segi pengetahuan akademik, tetapi juga dari sisi karakter dan keterampilan hidup yang penting bagi masa depan mereka.
“Proses evaluasi, apapun bentuknya, tetap diperlukan untuk melihat apakah metode dan kurikulum yang diterapkan sudah tepat atau perlu peningkatan. Ini untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pendidikan yang relevan dan berkualitas,” lanjutnya.
Dengan adanya evaluasi yang terukur, Salehuddin optimistis bahwa meski tanpa UN, kualitas pendidikan di Kaltim dan Indonesia dapat tetap terjaga. Ia juga berharap bahwa sistem evaluasi yang lebih holistik dapat membantu menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan.
“Yang terpenting adalah kita tetap memiliki mekanisme yang mampu menilai secara objektif apakah pendidikan yang diberikan sudah efektif. Jika kita bisa terus meningkatkan evaluasi, kita akan memastikan bahwa setiap siswa menerima pendidikan yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya.
Melalui langkah-langkah evaluasi yang lebih komprehensif, Salehuddin berharap agar pendidikan di Kaltim bisa terus berkembang dan memenuhi harapan masyarakat, meskipun tanpa kehadiran Ujian Nasional. (Pai/Adv/DPRDKaltim)














