Beritanusantara.co, Samarinda – Lonjakan jumlah calon siswa SMA/SMK di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, memunculkan persoalan serius dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026. Sekitar 500 pelajar dilaporkan tidak tertampung di sekolah negeri akibat keterbatasan daya tampung.
Menanggapi kondisi ini, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras, mendesak pemerintah provinsi untuk segera mengambil langkah strategis, khususnya dalam jangka pendek, guna menanggulangi ketimpangan tersebut.
“Kita perlu data yang akurat dari Cabang Disdikbud Wilayah II untuk disampaikan ke Dinas Pendidikan Kaltim dan BPMP. Ini penting agar penanganan bisa cepat dan tepat sasaran,” tegas Agus.
Ia menyoroti ketimpangan antara konsentrasi jumlah penduduk di dua kecamatan tersebut dengan terbatasnya ruang belajar yang tersedia, meski secara keseluruhan Kutai Timur memiliki ruang kelas yang memadai namun belum merata penyebarannya.
Untuk solusi jangka pendek, Agus mendorong penambahan ruang kelas di sekolah yang sudah ada, agar bisa menampung siswa yang belum tertampung sambil menunggu tahun ajaran berikutnya.
“Ke depan, tentu kita dorong pembangunan unit sekolah baru di Sangatta Utara dan Selatan, baik SMA maupun SMK, sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (Da/Adv/DPRDKaltim)














