Beritanusantara.co, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan mekanisme penanganan sudah disiapkan apabila terjadi kasus keracunan pada penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kepala SPPG berkoordinasi dengan puskesmas terdekat akan meng-handle. Sejauh ini, BGN meng-handle dan ada juga dengan status KLB, pemda mengklaim BPJS,” ujar Dadan, Jumat (19/9).
Ia menekankan standar keamanan pangan sudah diterapkan ketat di setiap dapur MBG.
“Pada setiap SPPG ditempatkan ahli gizi yang bertugas menyusun menu sekaligus mengawasi kualitasnya. Para ahli gizi dan kepala masak pasti melakukan uji kelayakan makanan. Sampel makanan juga wajib disimpan minimal dua hari,” jelasnya.
Meski dalam sepekan terakhir ratusan siswa di sejumlah daerah mengalami gejala keracunan, Dadan menilai penyebab berbeda-beda.
“Satu penyebabnya disebabkan oleh baru beroperasinya SPPG, seperti di Bengkulu. Ibu-ibu yang biasa masak untuk 4 sampai 10 orang belum tentu bisa langsung masak untuk 1.000 sampai 3.000 orang. Di Baubau, delapan bulan aman, tapi keracunan muncul setelah pemasok bahan baku diganti ke penyedia lokal,” paparnya.
Meski ada insiden, BGN menargetkan standar zero incident tetap ditegakkan.
“Kita ingin anak cerdas, sehat, kuat. Maka makanan harus dikonsumsi dengan baik dan tidak menimbulkan gangguan pencernaan,” tegas Dadan. (h/bn)














