Beritanusantara.co, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, akan berakhir pada Februari hingga Maret 2026, sementara musim kemarau diprediksi mulai berlangsung pada April.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan, seiring aktifnya fenomena iklim La Nina lemah.
“Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, musim hujan diperkirakan berakhir sekitar Februari sampai Maret. Selanjutnya, pada April hingga September akan memasuki musim kemarau,” kata Faisal, Sabtu (7/2).
Faisal menjelaskan, curah hujan tinggi yang masih terjadi saat ini dipengaruhi oleh La Nina lemah, yakni fenomena iklim yang menyebabkan peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG memprediksi La Nina lemah tersebut akan terus melemah hingga Maret 2026 dan tidak berkembang menjadi La Nina kuat.
“Berdasarkan pemantauan indeks Nino 3.4 di Samudra Pasifik, La Nina lemah ini akan terus melemah sampai bulan Maret, kemudian beralih ke fase netral,” ujarnya.
Dalam Climate Outlook 2026, BMKG menyebutkan bahwa kondisi iklim Indonesia diperkirakan kembali normal mulai April hingga akhir tahun 2026, tanpa pengaruh El Nino maupun La Nina. BMKG juga memastikan bahwa El Nino tidak diperkirakan terjadi pada 2026, berbeda dengan periode 2023–2024.
Dengan kondisi tersebut, suhu udara nasional pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2024 dan berada dalam kisaran normal historis.
Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai, terutama pada periode Januari hingga Maret 2026 yang bertepatan dengan puncak musim hujan.
“Kami terus memperkuat sistem peringatan dini berbasis dampak, sehingga informasi cuaca tidak hanya menyampaikan intensitas hujan, tetapi juga potensi risiko yang dapat ditimbulkan,” tegas Faisal.
BMKG menekankan bahwa tantangan terbesar ke depan bukan hanya fenomena El Nino atau La Nina, melainkan perubahan iklim jangka panjang, yang ditandai dengan tren kenaikan suhu dan kelembapan udara. (h/bn)














