DaerahKalimantan Timur

Golkar Samarinda Siapkan 90 Pengurus, Gen Z dan Milenial Masuk Barisan Menuju 2029

×

Golkar Samarinda Siapkan 90 Pengurus, Gen Z dan Milenial Masuk Barisan Menuju 2029

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Ketua DPD Partai Golkar Samarinda, Andi Satya Adi Saputra.

beritanusantara.co,SAMARINDA – Golkar Samarinda mulai menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan menyusun kepengurusan baru yang melibatkan sekitar 90 orang, termasuk kader dari kalangan generasi Z (Gen Z) dan milenial.

Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan struktur partai dengan perubahan komposisi pemilih yang akan menentukan persaingan politik mendatang.

Ketua DPD Partai Golkar Samarinda, Andi Satya Adi Saputra, mengatakan susunan kepengurusan tersebut telah rampung dan diserahkan kepada DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) untuk dikomunikasikan lebih lanjut. Meski demikian, nama-nama pengurus belum diumumkan kepada publik.

“Yang jelas sudah tersusun rapi. Insyaallah orang-orang semuanya dipilih berdasarkan kemampuannya masing-masing. Terbaiklah pokoknya,” kata Andi Satya (20/10/2026).

Ia menyebut komposisi baru tersebut turut memberi ruang bagi wajah-wajah baru dari kalangan anak muda. Menurutnya, keterlibatan Gen Z dan milenial menjadi kebutuhan bagi partai politik yang ingin tetap relevan di tengah perubahan karakteristik pemilih.

“Ada wajah-wajah baru. Kami juga mengakomodasi tentu dari Gen Z dan milenial,” ujarnya.

Andi menilai, dominasi pemilih muda dalam pemilu mendatang harus diikuti perubahan dalam tubuh partai, termasuk pada susunan pengurus.

Golkar, menurutnya, tidak bisa berharap menjangkau kelompok pemilih terbesar apabila struktur organisasinya tidak melibatkan generasi tersebut.

“Partai ini, Golkar, harus bisa diterima karena pemilih terbanyak nanti di 2029 adalah Gen Z dan juga milenial. Komposisi terbesar ada dua itu. Oleh karena itu, tidak relevan apabila pengurusnya tidak terdiri dari struktur itu,” tegasnya.

Besarnya potensi pemilih muda terlihat pada Pemilu 2024. Berdasarkan data yang dikutip dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemilih milenial mencapai 67,9 juta orang atau 33,44 persen dari total pemilih.

Sementara itu, pemilih Gen Z berjumlah 50,6 juta orang atau 24,94 persen. Secara keseluruhan, kedua kelompok tersebut mencakup 58,38 persen pemilih.

Angka itu menunjukkan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan hasil pemilu. Namun, besarnya jumlah pemilih tidak serta-merta menjamin dukungan kepada partai tertentu.

Golkar tetap perlu membuktikan bahwa keterlibatan anak muda dalam kepengurusan disertai ruang untuk menyampaikan aspirasi dan mengambil peran dalam pengambilan keputusan.

Hingga kini, Andi belum merinci pembagian jabatan maupun jumlah kader muda yang masuk dalam susunan pengurus baru. Jadwal pelantikan juga belum dipastikan karena masih menunggu informasi dari DPD I Partai Golkar Kaltim.

“Belum tahu, kita belum terinformasi. Yang jelas struktur sudah terbentuk. Tidak lama lagi mudah-mudahan nanti kita kirimkan ke DPD I,” ujarnya.

Dengan rampungnya penyusunan kepengurusan tersebut, Golkar Samarinda kini menunggu proses komunikasi di tingkat provinsi sebelum mengumumkan susunan baru secara resmi.

“Menjelang Pemilu 2029, tantangan partai bukan hanya memperbarui wajah organisasi, tetapi juga membuktikan bahwa kader muda memiliki peran nyata dalam menentukan arah politik dan menjawab kebutuhan masyarakat,” demikian Andi Satya.

Example 300250