Beritanusantara.co, Jakarta – Libur panjang seperti Lebaran tak selalu membuat tubuh dan pikiran kembali segar. Sebagian orang justru mengeluhkan kelelahan, sulit fokus, hingga kehilangan semangat kerja saat kembali ke aktivitas harian.
Kondisi ini dikenal sebagai post-holiday fatigue atau kelelahan mental setelah liburan.
Menurut meta-analisis dalam Journal of Occupational Health, manfaat psikologis liburan seperti penurunan stres dan peningkatan energi cenderung bersifat sementara.
Kelelahan mental bisa berdampak pada fungsi kognitif dan kesehatan fisik. Studi dalam International Journal of Psychophysiology menunjukkan bahwa individu yang mengalami burnout memiliki tingkat kelelahan mental lebih tinggi serta respons otonom tubuh yang lebih rendah dibandingkan individu sehat.
Ada juga fenomena yang disebut leisure sickness, yakni kondisi ketika seseorang justru merasa sakit saat liburan karena perubahan ritme aktivitas dan tekanan psikologis yang tidak disadari.
Efek positif tersebut biasanya memudar hanya dalam beberapa hari setelah kembali bekerja. Agar transisi dari libur ke rutinitas berjalan lancar, beberapa hal berikut dapat membantu:
Beri jeda sebelum kembali bekerja Usahakan tidak langsung bekerja sehari setelah kembali dari perjalanan jauh.
Beri waktu minimal satu hari untuk istirahat dan menyiapkan mental.
Atur ulang prioritas kerja Jangan memaksakan menyelesaikan semua tugas sekaligus.
Fokus pada pekerjaan penting terlebih dahulu.
Istirahat cukup dan konsumsi makanan sehat Tidur yang cukup dan pola makan bergizi membantu tubuh lebih cepat pulih.
Cicil adaptasi dengan rutinitas sederhana Misalnya dengan bangun pagi, berolahraga ringan, dan merapikan ruang kerja sebelum mulai bekerja.
Berbagi beban jika perlu Jika merasa kewalahan, bicarakan dengan atasan atau rekan kerja untuk mencari solusi.
Demikian sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan untuk mendistraksi lelah berlebihan setelah libur panjang.(H/BN)














