Advertorial

Ananda Emira Moeis Tegaskan Pendekatan Humanis untuk Pengguna Narkoba: Penjara Bukan Solusi, Rehabilitasi adalah Kunci

×

Ananda Emira Moeis Tegaskan Pendekatan Humanis untuk Pengguna Narkoba: Penjara Bukan Solusi, Rehabilitasi adalah Kunci

Sebarkan artikel ini
Ananda Emira Moeis Wakil Ketua DPRD Kaltim.

Beritanusantara.co, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menyoroti urgensi perubahan pendekatan dalam penanganan pengguna narkoba. Ia menegaskan bahwa penjara bukanlah solusi jangka panjang bagi mereka yang terjerat ketergantungan narkotika, melainkan rehabilitasi yang humanis dan berorientasi pemulihan.

“Pengguna narkoba itu korban. Mereka tidak seharusnya langsung dijatuhi hukuman penjara. Lebih baik diarahkan ke rehabilitasi. Kita harus pisahkan antara pengguna dan pengedar,” ujar Ananda dalam keterangannya baru-baru ini.

Pernyataan tersebut merespons kondisi terbatasnya kapasitas pusat rehabilitasi narkoba di Kalimantan Timur, khususnya pusat rehabilitasi Tanah Merah yang saat ini hanya mampu menampung sekitar 290 orang, sementara jumlah pengguna narkotika di provinsi ini diperkirakan telah mencapai belasan ribu jiwa.

Melihat ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas layanan rehabilitasi, Ananda menyebut DPRD Kaltim tengah mendalami opsi kerja sama dengan pemerintah pusat untuk memperluas fasilitas rehabilitasi yang bersumber dari APBN, meskipun kewenangannya berada di ranah pemerintah pusat.
“Kapasitas yang ada tidak sebanding dengan kebutuhan. Kami di DPRD Kaltim sedang mendalami prosedur untuk memperluasnya. Kalau tidak didorong dari daerah, para pengguna ini akan terus terabaikan,” katanya.

Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya peran sosial dan dukungan keluarga dalam penanggulangan narkoba. Ia menilai, pendekatan represif semata tidak cukup untuk menghentikan laju penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.
“Keluarga adalah benteng utama. Kalau ada anak atau anggota keluarga yang terpapar narkoba, jangan disembunyikan. Segera cari bantuan rehabilitasi. Kita harus ubah stigma agar pemulihan bisa benar-benar terjadi,” tegasnya.

DPRD Kaltim, tambah Ananda, berkomitmen mendorong kebijakan berbasis pemulihan dan pencegahan. Menurutnya, hanya dengan pendekatan komprehensif dan kolaboratif, Kalimantan Timur bisa keluar dari darurat narkoba dan menyelamatkan generasi mudanya dari jerat kecanduan. (Adv)

Example 300250