DaerahKalimantan Timur

Antusiasme Pencari Kerja Tinggi, Job Fair Samarinda Tawarkan 501 Posisi dari 25 Perusahaan

×

Antusiasme Pencari Kerja Tinggi, Job Fair Samarinda Tawarkan 501 Posisi dari 25 Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Pencari kerja mendatangi stan perusahaan dalam Job Fair yang diselenggarakan Pemkot Samarinda di Go Mall, Jalan Bhayangkara

beritanusantara.co,SAMARINDA – Ribuan pencari kerja memanfaatkan bursa kerja yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di Go Mall, Jalan Bhayangkara. Pada hari pertama (5/11/2026), tercatat 1.025 orang telah mengisi daftar hadir untuk mencari peluang pekerjaan dari 25 perusahaan peserta.

Job Fair yang berlangsung hingga 5/11/2026 itu menyediakan 501 lowongan untuk 105 jabatan. Kesempatan tersebut berasal dari berbagai sektor usaha dengan kebutuhan dan kualifikasi tenaga kerja yang beragam.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar menjadi tempat penyampaian informasi lowongan, tetapi juga mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kompetensi masyarakat pencari kerja.

Sebanyak 25 perusahaan yang terlibat menawarkan berbagai posisi. Rumah Sakit Dirgahayu menjadi salah satu peserta dengan sekitar 30 lowongan pekerjaan. Sementara perusahaan perkebunan kelapa sawit turut membuka peluang kerja dengan sistem pembayaran upah mingguan maupun bulanan.

Untuk persyaratan usia, sebagian perusahaan masih menetapkan batas maksimal pelamar hingga 45 tahun.

“Kegiatan Job Fair diikuti 25 perusahaan dengan menawarkan total 501 lowongan pekerjaan dan 105 jabatan. Acara ini mendapat antusiasme yang tinggi,” ujar Yuyum.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan.

Ia mengatakan sasaran Job Fair mencakup lulusan baru, terutama alumni SMK, hingga masyarakat yang terdampak PHK. Dengan mempertemukan kedua pihak secara langsung, proses pencarian tenaga kerja diharapkan menjadi lebih mudah.

“Semoga ini bisa bermanfaat dan memberikan kemudahan bagi yang mencari kerja dan memberikan manfaat bagi yang memberi pekerjaan,” kata Zuhri.

Selain menyediakan akses rekrutmen, Pemkot Samarinda mulai mengarahkan pelayanan ketenagakerjaan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya melalui platform Tepian Samarinda yang dapat diakses lewat tepian.samarindakota.go.id.

Disnaker juga memperkenalkan QR Pelatihan untuk memetakan jenis keterampilan yang dibutuhkan perusahaan. Informasi tersebut akan menjadi bahan penyusunan program pelatihan agar kemampuan pencari kerja tidak terpaut jauh dari kebutuhan industri.

Upaya tersebut sekaligus menyasar persoalan ketidaksesuaian kompetensi atau *mismatch* yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam penyerapan tenaga kerja.

Layanan lain yang diperkenalkan meliputi akses aplikasi SIAPKerja milik Kementerian Ketenagakerjaan, literasi keuangan dari penasihat berjangka, serta informasi mengenai kesempatan bekerja di luar negeri melalui jalur resmi sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Yuyum menjelaskan peluang kerja bagi pekerja migran mencakup berbagai bidang, seperti perhotelan, pengemudi, dan mekanik. Pemerintah pusat sendiri menargetkan penempatan 500 ribu pekerja migran Indonesia.

Di sisi lain, Disnaker mengakui penyelenggaraan Job Fair masih menghadapi keterbatasan anggaran. Sepanjang 2026, kegiatan serupa telah dilaksanakan dua kali, yakni di Samarinda Square dan Go Mall.

Karena itu, dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dinilai diperlukan agar kegiatan yang membuka akses langsung antara perusahaan dan pencari kerja tersebut tidak terhenti akibat keterbatasan anggaran daerah.

“Tahun ini Disnaker telah menyelenggarakan Job Fair dua kali, sebelumnya di Samarinda Square dan kali ini di Go Mall. Pelaksanaan Job Fair disesuaikan dengan ketersediaan anggaran, dan kita berharap kegiatan serupa dapat terus berjalan berkesinambungan,” demikian Yuyum.

Example 300250