Beritanusantara.co, Samarinda – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalimantan Timur terus mengupayakan penanggulangan kemiskinan ekstrem di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Paser melalui distribusi zakat yang lebih efektif.
“Keterbatasan akses infrastruktur dan layanan dasar menjadi salah satu pemicu utama masalah ini,” ujar Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, Selasa (17/6).
Menurutnya, zakat menjadi instrumen yang cepat dan fleksibel dalam menjawab kebutuhan masyarakat rentan. BAZNAS Kaltim juga meluncurkan berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, dakwah, dan advokasi secara konkret bersama UPZ dan BAZNAS kabupaten/kota.
“Program bantuan modal usaha untuk pedagang sayur keliling adalah salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi yang belum dijangkau pemerintah,” jelas Nabhan.
Ia menambahkan bahwa setiap bantuan didahului dengan asesmen agar tepat sasaran dan menghindari tumpang tindih.
Selain itu, BAZNAS Kaltim juga menyalurkan dana CSR, seperti kerja sama dengan PT Ansaf untuk penyediaan air bersih di Desa Batuah. Dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim juga diapresiasi, termasuk imbauan agar ASN menunaikan zakat melalui BAZNAS.
“Sesuai arahan Gubernur, ASN diimbau menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kaltim. Semakin banyak yang berzakat, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” tutup Nabhan. (h/bn)














