DaerahKalimantan Timur

Bocah 12 Tahun Tewas di Lubang Tambang Samarinda, Total Korban Kaltim Capai 56 Orang

×

Bocah 12 Tahun Tewas di Lubang Tambang Samarinda, Total Korban Kaltim Capai 56 Orang

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Tim SAR gabungan mengevakuasi Azzam, bocah 12 tahun yang ditemukan meninggal dunia di lubang bekas tambang kawasan Rimbawan, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara, Selasa (13/10/2026).

beritanusantara.co,SAMARINDA- Lubang bekas tambang kembali merenggut nyawa anak di Samarinda. Azzam, bocah berusia 12 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan Rimbawan, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara, Selasa (13/10/2026).

Peristiwa ini terjadi belum genap sebulan setelah seorang anak berusia tujuh tahun tewas di kolam bekas tambang kawasan Bayur.

Azzam sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain bersama lima temannya di sekitar lokasi. Tim SAR gabungan menerima laporan sekitar pukul 13.30 Wita dan langsung melakukan pencarian.

Setelah penyisiran serta penyelaman selama beberapa jam, korban ditemukan sekitar pukul 19.15 Wita dalam kondisi meninggal dunia.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengatakan berdasarkan informasi awal, korban tidak bisa berenang. Teman-temannya sempat berusaha memberikan pertolongan, tetapi tidak berhasil menjangkau korban.

“Kebetulan korban ini tidak bisa berenang. Entah kenapa dia menyeburkan diri, akhirnya dibantu sama rekan-rekannya, hanya saja tidak bisa terjangkau oleh teman-temannya,” ujar Aries.

Pencarian sempat difokuskan pada titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam dengan radius penyelaman sekitar 10 meter.
Hingga pukul 18.00 Wita, tim belum menemukan Azzam. Pencarian kemudian dilanjutkan sampai korban berhasil ditemukan lebih dari satu jam kemudian.

“Alhamdulillah, korban ditemukan oleh unsur SAR gabungan yang ada di lapangan,” kata Aries.

Setelah ditemukan, jenazah Azzam dibawa ke rumah duka. Korban diketahui merupakan warga Talangsari RT 02.

Peristiwa ini kembali memunculkan persoalan keselamatan anak-anak di sekitar lubang bekas tambang. Ketua RT 08, Robi, mengatakan anak-anak kerap bermain di kawasan tersebut, terutama saat akhir pekan dan hari libur. Teguran dari warga, menurut dia, belum membuat mereka berhenti mendatangi lokasi.

“Sering kita tegur. Karena kalau sudah ditegur paling ngumpet di mana, nanti kembali lagi,” ujar Robi.

Robi mengaku tidak mengetahui secara persis kronologi kejadian yang menimpa Azzam.

Ia mengatakan anak-anak yang bermain di kawasan itu bukan warga setempat. Menurutnya, papan peringatan pernah dipasang di lokasi, tetapi kini sudah lapuk.

“Dulunya ada, cuma karena sudah lapuk,” pungkasnya.

Korban Lubang Tambang Kaltim Bertambah Jadi 56 Orang

Kematian Azzam menambah jumlah korban meninggal akibat lubang bekas tambang di Kalimantan Timur menjadi 56 orang berdasarkan catatan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim.

Sebelumnya, Andi Muhammad Alfarizki meninggal dunia di lubang bekas tambang kawasan Sempaja Utara pada 15 September 2026 dan tercatat sebagai korban ke-55.

Dari total tersebut, sebanyak 30 korban tercatat meninggal dunia di Samarinda.

Divisi Advokasi JATAM Kaltim, Windy Pranatata, mengkritik pemerintah yang dinilainya belum menunjukkan langkah nyata untuk menghentikan kejadian serupa.

Ia mendesak pemerintah tidak berhenti pada pernyataan, tetapi menjelaskan tindakan konkret untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.

“Tidak ada sama sekali, hanya omong-omong kosong, pejabat di Kaltim semua tidak ada tindakan nyata apapun untuk menyudahi bencana ini, nirempati!” ujarnya.

Windy meminta pemerintah menjelaskan langkah mitigasi dan penegakan hukum terhadap persoalan lubang bekas tambang yang mengancam keselamatan warga.

Ia juga menyinggung dugaan bahwa kejadian berulang berpotensi terjadi di konsesi yang sama milik Putera Mahakam Mandiri. Namun, keterkaitan lokasi kejadian dengan konsesi tersebut masih perlu dipastikan.

Tragedi yang terus berulang ini kembali menempatkan keselamatan warga di sekitar lubang bekas tambang sebagai persoalan mendesak, terutama di kawasan yang masih kerap didatangi anak-anak.

Example 300250