Beritanusantara.co, Samarinda – Wacana penggunaan Sungai Mahakam sebagai jalur alternatif pengangkutan batu bara kembali dibahas sebagai solusi untuk mengurangi kerusakan jalan akibat aktivitas tambang. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mendorong agar moda transportasi sungai dihidupkan kembali guna mengurangi tekanan pada infrastruktur jalan negara.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menilai opsi ini cukup rasional, mengingat kerusakan jalan yang berulang akibat dilewati kendaraan bertonase berat.
“Saya kira ini satu-satunya jalan yang paling masuk akal. Kita ikut arus saja, dan sepakat kalau ini bisa jadi solusi,” ucapnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang dibangun melalui dana APBN dan APBD seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas, bukan justru cepat rusak karena intensitas lalu lintas angkutan tambang. Ia menyebut, jalan yang baru diperbaiki biasanya hanya bertahan sebentar sebelum kembali rusak.
Sebelumnya, dua pendekatan telah ditawarkan untuk mengatasi persoalan ini: pembatasan tonase kendaraan dan penerapan jalur khusus untuk angkutan tambang dan sawit. Namun, Firnadi mengakui implementasi kebijakan tersebut masih lemah di lapangan, meskipun sudah ada regulasi dari Pemprov Kaltim.
Kini, gagasan pemindahan jalur ke sungai kembali mencuat, meskipun diakui akan membawa tantangan baru seperti potensi kepadatan lalu lintas air.
“Dua-duanya pernah dicoba, lewat darat dan sungai. Tinggal nanti di lapangan kita lihat, mana yang benar-benar bisa dijalankan dengan efektif,” tutupnya. (Da/Adv/DPRDKaltim)














