Beritanusantara.co, Samarinda – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur (Kemenag Kaltim) terus mendorong kemandirian pondok pesantren melalui program inkubasi bisnis, yang mencakup pengembangan usaha di bidang jasa, UMKM, dan pertanian secara luas.
“Fungsi pesantren mencakup pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan. Inkubasi bisnis adalah bagian dari pendidikan kewirausahaan dan penguatan ekonomi umat,” ujar Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kemenag Kaltim, Muhammad Isnaini, Kamis (26/6).
Saat ini, Kemenag Kaltim mencatat terdapat 248 pesantren tersebar di 10 kabupaten/kota. Beberapa pesantren telah menerima bantuan inkubasi, seperti di Samarinda, Paser, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur.
Contoh pesantren yang telah mandiri secara ekonomi antara lain Pondok Pesantren Trubus Iman di Paser yang mengembangkan sektor pertanian, perikanan, hingga makanan olahan. Produk mereka bahkan telah dipasarkan hingga ke Samarinda. Sementara itu, Ponpes Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan di Kutai Kartanegara mengembangkan usaha madu kelulut jenis trigona.
Kemenag juga mendorong terbentuknya Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), dengan target nasional sebanyak 5.000 unit. Di Kaltim, program ini turut didukung Pemerintah Provinsi dan Bank Indonesia melalui Perda Nomor 6 Tahun 2024 tentang Fasilitasi Pengembangan Pondok Pesantren. (h/bn)














