Beritanusantara.co, Jakarta — Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mengungkapkan adanya tindak pidana korupsi disebabkan oleh jumlah politisi yang terpilih dengan cara demokratis.
Dia juga berkata upaya untuk melakukan korupsi terkadang juga didapatkan dengan cara demokratis.
“Korupsi itu lahir dari banyak politisi yang dipilih secara demokratis, dan jalan untuk membuat korupsi terkadang diperoleh secara demokratis. Kaget? Ya enggak apa-apa kaget,” ujar Mahfud di acara Dies Natalis Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (10/1).
Menurut Mahfud, saat ini hubungan demokrasi dan manajemen pemerintahan di Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
Hal ini berarti, manajemen pemerintahan kondusif untuk pembangungan berkelanjutan terlahir tidak adanya dukungan dari iklim demokrasi.
Menurut Mahfud, keadaan tersebut terjadi sebab Indonesia terperangkap pada konfigurasi politik yang dibentuk dengan cara demokratis. Dia menambahkan bahwa konfigurasi politik yang terlahir dengan cara demokratis ini tidak senantiasa kondusif untuk pembangunan.
“Bahkan dalam hal hal tertentu menghambat transformasi pemerintahan yang baik,” ujarnya.
Maka dari itu, Mahfud beranggapan bahwa hingga saat ini korupsi tetap merajalela meskipun Indonesia mempergunakan sistem demokrasi.
Dia juga menyoroti pada bidang pengadilan di Indonesia yang hingga sekarang masih diisi oleh mafia. Katanya, mafia tersebut telah meluas ke semua bidang pembangunan hukum di Indonesia.
Dia pun menambahkan bahwa ramainya korupsi di bidang pengadilan hingga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyebutnya sebagai ‘mafia peradilan’.
“Yang membuat hukum korupsi, yang melaksanakan hukum korupsi, yang mengadili korupsi. Sampai sekarang juga banyak ini, baru ada hakim ditangkap lah, jaksa juga banyak yang ditindak. Ini masih banyak,” ujarnya.
Sumber : Mahfud: Korupsi Lahir dari Banyak Politisi yang Dipilih Demokratis














