Nasional

Nilai Tukar Rupiah Turun Signifikan

×

Nilai Tukar Rupiah Turun Signifikan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi : Rupiah Menurun.

Beritanusantara.co, Samarinda – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami penurunan signifikan, sampai hari ini. Bahkan, mencapai level terendah sejak krisis moneter Asia pada Juni 1998. Mata uang Garuda sempat turun 0,5 persen ke level 16.640 per dollar AS dan terus melemah hingga penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.611 per dollar AS, atau turun 0,27 persen (44 poin) dibandingkan penutupan sebelumnya. 

Sejauh ini, mata uang rupiah telah melemah 4,79 persen selama setahun terakhir. Meski demikian, pelemahan nilai tukar pada Selasa kemarin tidak hanya terjadi pada rupiah. Mata uang ringgit Malaysia melemah 0,2 persen dan baht Dikutip dari Reuters, pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik eksternal maupun internal, termasuk tingginya permintaan pasar domestik untuk repatriasi dana dan pembayaran lainnya. 

Rencana belanja populis pemerintah, usulan pengawasan BUMN oleh lembaga sovereign wealth fund yang baru, serta ekspansi peran militer dalam masyarakat sipil turut memicu kekhawatiran akan stabilitas fiskal jangka panjang Indonesia. Kecemasan pasar semakin meningkat setelah beredar rumor mengenai pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang dikenal sebagai penjaga disiplin fiskal pemerintah.

Namun, kemudian, rumor tersebut dibantah oleh Sri Mulyani. 

“Kinerja buruk rupiah sebagian besar disebabkan oleh faktor fundamental yang melemah, termasuk kekhawatiran fiskal, defisit transaksi berjalan yang tak terduga, perlambatan ekonomi, dan ekspektasi bahwa BI mungkin harus segera melonggarkan kebijakan,” ujar Christopher Wong, analis mata uang di OCBC, Rabu (26/3). 

Selanjutnya, kepada Reuters, seorang pejabat Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa bank sentral telah melakukan intervensi untuk meredam pelemahan rupiah.

Indonesia memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap impor bahan baku dan komponen, sehingga ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya untuk impor barang dan bahan baku juga meningkat. 

“Pada prinsipnya, kalau rupiah melemah, memang risikonya banyak, manfaatnya sedikit, ya, bahkan mungkin tidak ada. Kadang pejabat bilang itu (pelemahan rupiah) bisa mendorong ekspor, jangan percaya. Kecuali memang kita sangat kuat di ekspor,” tutupnya.(H/BN)

Example 300250