Beritanusantara.co, Jakarta – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, memberikan penjelasan terkait penayangan video capaian pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming sebelum pemutaran film di bioskop.
Menurut Hasan, bioskop adalah ruang komunikasi publik yang sah, sebagaimana televisi maupun media sosial.
“Kalau pesan komersial saja boleh ditayangkan, kenapa pesan pemerintah tidak boleh? Pemerintah ingin masyarakat tahu apa yang sudah dikerjakan dan hasilnya. Ini bentuk transparansi pemerintah kepada rakyat,” ujarnya.
Hasan menambahkan video tersebut ditayangkan pada slot sebelum pemutaran film sesuai aturan bioskop.
“Kami ingin sosialisasi capaian pemerintah sampai ke seluruh rakyat Indonesia. Banyak hal sudah dikerjakan, mulai dari produksi beras nasional hingga penguatan layanan gizi masyarakat. Semua itu perlu diketahui publik secara luas,” katanya.
Ia menegaskan kerja sama penayangan tidak menimbulkan biaya.
“Tidak ada anggaran yang keluar untuk kerja sama ini. Kuncinya adalah komunikasi yang baik dengan berbagai kelompok masyarakat dan stakeholder yang mendukung program pemerintah,” jelas Hasan.
Sebelumnya, video capaian pemerintahan Prabowo–Gibran viral di media sosial setelah ditayangkan di sejumlah bioskop. Video itu menampilkan capaian prioritas, seperti 21,7 juta ton produksi beras nasional hingga Agustus 2025 serta 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi di seluruh Indonesia.
“Pemerintah ingin menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya angka di atas kertas, tetapi hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Itulah yang ingin kami sampaikan melalui media yang dekat dengan publik,” tutup Hasan. (h/bn)














