Beritanusantara.co, Samarinda – Penurunan harga tiket pesawat menuju Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, disambut positif oleh Anggota DPRD Kaltim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Berau, Bontang, dan Kutai Timur, Syarifatul Sya’diah. Ia menyebut penurunan tarif menjadi sekitar Rp900 ribu dari sebelumnya di atas Rp1 juta sebagai angin segar bagi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.
“Kini masyarakat Berau memiliki lebih banyak pilihan akses yang layak. Tak perlu lagi repot menempuh jalur darat berjam-jam jika ada keperluan mendesak. Ini wujud nyata persaingan sehat dalam layanan transportasi udara,” ujar Syarifatul, belum lama ini.
Menurutnya, penurunan tarif tidak hanya meringankan beban biaya bagi warga lokal, tetapi juga membuka peluang besar untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Berau. Kabupaten ini dikenal luas sebagai salah satu destinasi unggulan di Kalimantan Timur, dengan Kepulauan Derawan sebagai ikon wisata bahari nasional.
“Wisatawan dari luar daerah kini bisa menjangkau Berau dengan lebih mudah dan murah. Ini akan menjadi pemicu kebangkitan sektor pariwisata lokal yang selama ini terhambat oleh mahalnya biaya transportasi,” katanya.
Syarifatul juga menilai bahwa momentum ini harus dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun swasta. Ia mendorong agar infrastruktur pendukung seperti jalan menuju objek wisata, transportasi antarpulau, serta fasilitas umum diperkuat agar lonjakan pengunjung tidak menjadi beban baru.
“Turunnya harga tiket ini harus dijadikan titik tolak. Pemerintah perlu menyiapkan segala aspek, mulai dari infrastruktur, kebersihan destinasi, hingga kesiapan SDM lokal untuk melayani wisatawan,” tegas legislator dari Partai Golkar Tersebut
.
Sebagai anggota DPRD Kaltim, ia menyatakan komitmennya untuk terus mendorong alokasi anggaran dan kebijakan strategis yang mendukung pengembangan pariwisata berbasis kerakyatan dan berkelanjutan di wilayah pesisir seperti Berau.
“Pariwisata bisa jadi lokomotif ekonomi, tapi hanya jika dikelola dengan serius. Kita ingin masyarakat lokal benar-benar mendapatkan manfaat, bukan hanya jadi penonton,” pungkasnya. (Adv)














