Kalimantan Timur

Generasi Muda Harus Seimbang dalam Mengejar Ilmu dan Mempertahankan Tradisi

×

Generasi Muda Harus Seimbang dalam Mengejar Ilmu dan Mempertahankan Tradisi

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattongi. (Foto: Ist)

5/11/2024

Beritanusantara.co, Samarinda – Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi, tantangan terbesar bagi generasi muda Kalimantan Timur (Kaltim) adalah menjaga keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan pelestarian nilai tradisi. Hal

ini disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, yang mengingatkan pentingnya untuk tidak melupakan akar budaya dalam mengejar kemajuan.

Sebagai politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), Darlis menegaskan bahwa meskipun teknologi dan ilmu pengetahuan merupakan hal yang tak terelakkan dalam kehidupan modern, hal tersebut tidak seharusnya mengikis tradisi dan etika yang sudah menjadi bagian integral dari identitas bangsa.

“Tantangan kita adalah memastikan bahwa teknologi tidak menggerus adat dan etika. Ilmu pengetahuan memang penting, tapi tanpa etika dan tradisi, fondasi karakter generasi muda bisa goyah,” ungkap Darlis, dengan tegas.

Pernyataan ini mengundang perhatian banyak pihak, mengingat pesatnya laju digitalisasi yang seakan tanpa henti menggantikan cara-cara lama dalam berinteraksi dan bekerja. Namun, Darlis mengingatkan bahwa, meski teknologi memberi banyak keuntungan, jika tidak dibarengi dengan landasan nilai yang kuat, maka generasi muda bisa kehilangan arah dalam perkembangan zaman.

“Kemajuan teknologi itu penting, tetapi kualitas pengetahuan yang baik harus diiringi dengan etika yang kuat. Tanpa itu, kita justru berisiko menciptakan kesenjangan dalam kualitas generasi muda kita,” tambahnya.

Menurut Darlis, ini adalah persoalan besar yang harus diselesaikan bersama-sama, baik oleh pemerintah, keluarga, dan masyarakat, untuk memastikan bahwa teknologi bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter yang baik pada penerus bangsa.

Darlis kemudian menyarankan agar ilmu pengetahuan dan budaya lokal dapat berjalan seiring, saling mengisi, dan mendukung satu sama lain.

“Adat kita tidak bisa berkembang sendiri tanpa pengetahuan. Tantangan kita adalah bagaimana menyelaraskan keduanya dengan perkembangan zaman,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Ia berharap agar generasi muda mampu mengadaptasi kemajuan teknologi tanpa melupakan nilai-nilai budaya lokal yang sudah menjadi identitas mereka.

Keseimbangan ini, menurut Darlis, sangat penting untuk membentuk karakter yang kokoh pada generasi penerus. Teknologi bisa menjadi alat yang kuat untuk mencapai kesuksesan, namun jika tidak diimbangi dengan etika dan tradisi, hasil yang dicapai bisa kehilangan makna dan dampaknya bagi masyarakat.

Dengan pandangan ini, Darlis berharap bahwa para pemuda Kaltim bisa menjadi contoh yang baik dalam memanfaatkan kemajuan teknologi sembari mempertahankan budaya dan etika yang telah diwariskan oleh nenek moyang.

Baginya, hal ini bukan hanya soal menjaga warisan budaya, tetapi juga tentang menciptakan generasi muda yang berkarakter kuat, siap bersaing di tingkat global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur yang sudah menjadi akar budaya mereka. (Pai/Adv/DPRDKaltim)

Example 300250