Beritanusantara.co, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda memastikan sebanyak 2.857 pedagang Pasar Pagi akan segera menempati gedung baru hasil revitalisasi, dengan proses relokasi dilakukan serentak tanpa penambahan jumlah pedagang.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Samarinda Marnabas Patiroy menyatakan bahwa seluruh proses perpindahan akan diawasi ketat untuk mencegah praktik percaloan.
“Ada 2.857 pedagang, dan itu tidak boleh bertambah pedagangnya. Kalau ada, berarti ada yang bermasalah,” tegas Marnabas, Jumat (18/7).
Ia menolak usulan relokasi secara bertahap demi menghindari kecemburuan antar pedagang.
“Ada yang minta pindah secara bertahap, tapi tidak mau saya. Kita pindahkan sekaligus saja, jadi tidak ada kecemburuan. Setelah itu baru kami bergerak ke pasar lain,” tegasnya.
Marnabas juga menyampaikan komitmennya untuk menjaga integritas distribusi lapak di pasar tersebut.
“Tidak boleh ada makelar lapak, saya kunci itu 2.857 pedagang,” katanya lagi.
Ribuan pedagang ini sebelumnya direlokasi ke lokasi sementara sejak proyek revitalisasi dimulai pada 2024. Pemerintah optimistis pasar modern tersebut akan kembali menjadi pusat ekonomi rakyat yang lebih tertata dan representatif pada 2025. (h/bn)














