Beritanusantara.co, Samarinda – Akses permodalan dinilai menjadi pintu masuk utama dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, yang menekankan bahwa pembiayaan bukanlah hambatan utama selama pelaku usaha siap secara administratif dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.
Firnadi mencontohkan keberhasilan program Kredit Kukar Idaman di Kabupaten Kutai Kartanegara, yang menyediakan pinjaman tanpa bunga dan telah menyalurkan lebih dari Rp30 miliar. Program ini disebut berhasil karena tingkat kredit macet yang sangat rendah, hanya sekitar satu persen.
“Itu membuktikan bahwa masyarakat kita sebenarnya siap dan bertanggung jawab jika diberi akses yang adil,” ujar Firnadi.
Ia juga mengapresiasi dukungan Bankaltimtara dalam menyalurkan dana pembiayaan kepada pelaku UMKM. Menurutnya, lembaga keuangan daerah harus berperan aktif sebagai penyambung antara pemerintah dan masyarakat dalam bentuk akses modal usaha.
Namun, Firnadi mengingatkan bahwa pelaku UMKM harus memenuhi persyaratan dasar seperti legalitas usaha dan pencatatan keuangan yang tertib agar bisa mengakses pembiayaan secara optimal.
“Pelaku usaha kecil harus terus belajar mengelola bisnisnya dengan lebih profesional. Pelaporan keuangan itu bukan hanya formalitas, tapi pondasi untuk keberlanjutan usaha,” tegasnya.
Ia berharap program-program pembiayaan semacam ini bisa diperluas ke wilayah lain di Kaltim agar lebih banyak pelaku UMKM mendapat manfaat nyata dan mampu berkembang lebih jauh. (Da/Adv/DPRDKaltim)














