Beritanusantara.co, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan logistik sebanyak 68,5 ton beras dan 1.577 paket sembako ke wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), menyusul status Siaga Darurat yang ditetapkan pada 28 Juli 2025.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Logistik BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan respons cepat atas kondisi darurat dan hasil dari koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pertanian dan Bulog.
“Bantuan beras ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak, terutama di daerah-daerah terpencil. Kami telah melakukan distribusi secara bertahap ke lokasi-lokasi terdampak, dengan tetap memprioritaskan daerah yang aksesnya paling sulit,” kata Sugeng, Jumat (1/8).
Ia juga menambahkan, Dinas Perdagangan dan UMKM Kaltim turut mendukung dengan menggelar operasi pasar yang bekerja sama dengan pelaku usaha lokal. Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Operasi pasar ini penting agar warga tetap bisa membeli gula, minyak goreng, dan kebutuhan lain dengan harga yang terjangkau. Kami ingin memastikan tidak terjadi lonjakan harga akibat kelangkaan pasokan,” jelasnya.
Selain itu, BPBD juga menyalurkan bantuan lain berupa paket sembako di Kecamatan Long Apari, yang berisi kebutuhan dasar seperti beras, minyak, dan mie instan.
“Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan seluruh bantuan sampai ke masyarakat. Pemerintah juga tengah menyusun strategi penanganan jangka panjang agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana serupa di masa mendatang,” ujar Sugeng. (h/bn)














