Beritanusantara.co, KUTAI TIMUR – Setelah lebih dari satu dekade dinanti, Jembatan Sungai Nibung resmi beroperasi. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Infrastruktur sepanjang 390 meter itu kini menghubungkan Desa Kandungan Jaya dan Desa Pelawan tanpa harus bergantung pada ponton penyeberangan.
Dengan difungsikannya jembatan tersebut, distribusi hasil perkebunan warga—terutama kelapa sawit—dipastikan tak lagi terkendala cuaca.
“Selama ini, gelombang dan arus sungai kerap menghambat pengiriman, bahkan menurunkan kualitas komoditas akibat keterlambatan angkut,” kata Rudy.
Akses darat yang terbuka juga memangkas waktu tempuh serta biaya logistik. Dampaknya langsung terasa bagi warga Kecamatan Kaubun dan sekitarnya yang selama ini menghadapi ongkos distribusi lebih tinggi.
Efeknya tak berhenti di sektor perkebunan. Jembatan ini turut membuka jalur strategis menuju kawasan wisata Biduk-Biduk di Kabupaten Berau.
Peningkatan arus kendaraan diproyeksikan mendorong tumbuhnya usaha di sepanjang koridor penghubung, mulai dari warung makan, penginapan, bengkel, hingga pelaku UMKM lokal.
Kepala Desa Pelawan, Nurhanuddin, menyebut rampungnya proyek yang dimulai sejak 2014 itu sebagai momentum penting bagi masyarakat perbatasan Kutai Timur–Berau.
“Kita berharap konektivitas yang semakin lancar menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi dan memperkuat aktivitas perdagangan warga pesisir,” pungkasnya.














