Uncategorized

Tangan Balita Menghitam Usai Infus di RSUD AWS, Dinkes Kaltim Turun Tangan

×

Tangan Balita Menghitam Usai Infus di RSUD AWS, Dinkes Kaltim Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Jaya Mualimin

beritanusantara.co, Samarinda — Dinas Kesehatan Kalimantan Timur tengah mendalami dugaan insiden medis di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda setelah seorang balita berusia tiga bulan mengalami luka serius pada tangan usai pemasangan infus.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan pihaknya telah menerima informasi awal terkait kejadian tersebut dan kini masih mengumpulkan data untuk memastikan kronologi lengkap.

“Informasi awal sudah ada, namun detailnya masih kami kumpulkan. Ini harus diselesaikan terlebih dahulu oleh pihak rumah sakit,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Balita tersebut sebelumnya dirawat karena gejala muntah.

Namun, setelah tindakan infus dilakukan, tangan pasien dilaporkan membengkak hingga berubah warna menjadi kehitaman, yang kemudian memicu dugaan adanya kesalahan prosedur medis.

Menurut Jaya, kejadian ini termasuk dalam kategori insiden yang tidak diinginkan dalam pelayanan kesehatan.

Ia menegaskan bahwa setiap tindakan medis wajib dilakukan sesuai standar untuk menjamin keselamatan pasien.

“Insiden seperti ini seharusnya tidak terjadi. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Dinas Kesehatan juga telah menerima informasi awal dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA), meskipun laporan resmi dari pihak rumah sakit hingga kini belum disampaikan.

Terkait dugaan malpraktik, Jaya menyebut hal tersebut merupakan ranah hukum dan akan ditangani oleh pihak berwenang jika ditemukan indikasi pelanggaran.

Sementara itu, Dinkes fokus pada evaluasi mutu layanan kesehatan.

Saat ini, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari RSUD AWS. Hasil pendalaman akan menjadi dasar untuk langkah evaluasi dan perbaikan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Example 300250