DaerahKalimantan Timur

Rudy Mas’ud Minta Pengawasan Perbatasan Diperkuat, Soroti Blank Spot dan Karhutla

×

Rudy Mas’ud Minta Pengawasan Perbatasan Diperkuat, Soroti Blank Spot dan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Teks Foto: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menerima kunjungan Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar beserta jajaran di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (13/10/2026), untuk membahas sinergi pengamanan perbatasan dan kawasan IKN.

beritanusantara.co,SAMARINDA- Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meminta penguatan koordinasi dengan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia serta kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal itu disampaikan Rudy saat menerima kunjungan Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar bersama jajaran di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan unsur pertahanan diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan di wilayah perbatasan.

“Selamat datang. Mudah-mudahan sinergi bisa terjalin dengan baik. Yang jelas, Pemprov Kaltim siap mendukung kegiatan Kogabwilhan II,” kata Rudy.

Ia menjelaskan, posisi geografis Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat pengawasan wilayah perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Kondisi tersebut menuntut koordinasi antarlembaga agar potensi gangguan keamanan lintas batas dapat diantisipasi.

“Di Kalimantan, kita hanya dipisahkan dengan patok,” ujarnya.

Selain persoalan keamanan perbatasan, Rudy turut menyinggung ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Asap akibat kebakaran berpotensi meluas hingga melintasi batas negara dan berdampak terhadap wilayah Malaysia. Karena itu, langkah pencegahan dan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama yang terarah.

Tantangan lain yang perlu mendapat perhatian adalah keberadaan wilayah tanpa jangkauan komunikasi atau blank spot.

Keterbatasan akses komunikasi dan pemantauan dapat menyulitkan pengawasan, terutama di kawasan perbatasan Kaltim, Kalimantan Utara, dan Malaysia.

Rudy menilai, pembangunan infrastruktur jalan dan peningkatan aksesibilitas juga penting untuk menunjang mobilitas petugas serta memperkuat pengawasan di wilayah tersebut.

Keterlibatan masyarakat setempat turut dibutuhkan karena warga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan perbatasan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap mendukung upaya penguatan pengamanan wilayah, termasuk melalui koordinasi dan dukungan sesuai kewenangan daerah,” tegasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kaskogabwilhan II Laksda TNI Isswarto, Asren Laksma TNI Dedi Rorna, Asintel Brigjen TNI Sarkistan Sihaloho, Asops Brigjen TNI Andriyanto, Aster Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, Koorsmin Kolonel Lek Jajang Rismanto, Dandenma Letkol Kal Dalimunte, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, serta Plt Kepala Badan Kesbangpol Kaltim AFF Sembiring.

Example 300250