beritanusantara.co,SAMARINDA– Sudarno resmi meninggalkan Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kalimantan Timur. Keputusan itu diambil agar dirinya lebih leluasa menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Rudy Mas’ud-Seno Aji tanpa terus dikaitkan dengan jabatan yang pernah diembannya.
Pengunduran diri tersebut disampaikan Sudarno dalam konferensi pers, Kamis (5/11/2026). Ia mengungkapkan, surat pernyataan pengunduran dirinya telah disampaikan kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji pada 1 November 2026. Keputusan itu berlaku efektif sejak 3 November 2026.
Sudarno menegaskan, surat yang disampaikannya merupakan pernyataan pengunduran diri, bukan permohonan yang membutuhkan persetujuan kepala daerah. Surat tersebut kemudian diteruskan ke bagian administrasi yang menaungi TAGUPP.
Menurutnya, selama masih berada dalam TAGUPP, setiap pendapat maupun kritik yang disampaikannya di ruang publik kerap dikaitkan dengan institusi dan pemerintahan Rudy-Seno. Karena itu, ia memilih keluar agar pandangan pribadinya tidak dianggap mewakili pemerintah.
“Selama ini saya di media sosial, orang masih menyangkut-nyangkutkan dengan Tim Ahli Gubernur. Maka saya harus ada di luar pemerintahan supaya pemerintahan ini tidak terimbas dengan apa yang saya lakukan,” ujarnya.
Ia juga membantah pengunduran dirinya dipicu demonstrasi sekitar 300 mahasiswa yang sebelumnya mendesak gubernur mencopot namanya dari TAGUPP. Sudarno mengaku tidak gentar menghadapi tekanan tersebut dan menyebut keinginan mundur sudah muncul sejak 2025.
“Saya ini orang paling keras kepala kalau hal prinsip. Mau mahasiswa se-Kaltim atau apalagi kemarin 300 orang, enggak ada urusan,” tegasnya.
Meski tak lagi berada dalam lingkar pemerintahan, mantan juru bicara tim pemenangan Rudy-Seno pada Pilgub Kaltim 2024 itu memastikan tetap mengawal jalannya pemerintahan hingga akhir masa jabatan. Ia menyatakan akan mendukung kebijakan yang dinilai berjalan baik, termasuk program Gratispol.
Namun, dukungan tersebut bukan berarti menutup ruang kritik. Sudarno menegaskan akan tetap menyampaikan keberatan apabila menemukan kebijakan atau pelaksanaan program yang dinilai memiliki kekurangan.
“Saya akan dukung penuh ketika pemerintah ini benar. Tapi begitu ada kekurangannya, saya juga akan melakukan kritik kepada pemerintah yang sifatnya konstruktif,” katanya.
Ia juga berencana mengawasi realisasi janji politik Rudy-Seno, termasuk program Gratispol UKT dan insentif guru. Menurutnya, pengawalan terhadap janji tersebut menjadi penting di tengah kondisi kemampuan fiskal Kaltim yang mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Sudarno mengungkapkan, Rudy Mas’ud menghormati keputusannya untuk mundur. Sementara itu, Seno Aji sempat berdiskusi dan berharap dirinya tidak meninggalkan TAGUPP.
Meski demikian, Sudarno memastikan pilihannya sudah bulat. Ia ingin tetap berada di luar pemerintahan, tetapi tidak berhenti mengawasi dan memberikan catatan terhadap pelaksanaan program kepala daerah.
“Yang pasti, saya akan mengawal semua janji politik program bisa dilaksanakan dengan semaksimal mungkin,” pungkasnya.














