17/04/2024
Berita Nusantara.co, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan membentuk Toko Siap Jaga Harga dan Pasokan (Sigap) di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Berau.
Tiga wilayah tersebut dipilih sesuai dengan lokasi pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menentukan tingkat persentase inflasi di Kaltim.
Untuk diketahui, Toko penyeimbang ini menjadi inovasi Pemprov Kaltim untuk mengendalikan inflasi dan menjaga ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Kaltim, Heni Purwaningsih mengatakan agar tidak menghadirkan rival pedagang. “Terutama setiap menjelang hari raya besar keagamaan nasional (HBKN),” ucapnya.
Ia menekankan toko penyeimbang tidak dimaksudkan sebagai rival pedagang.
Namun merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk hadir di masyarakat dalam membantu menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, jumlah cukup dan mutu terbaik.
Sebab ungkapnya, tingkat inflasi di Kaltim dari sisi pangan bahan pokok masih cukup tinggi.
“Karena mayoritas pasokan pangan kita masih berasal dari luar daerah. Dengan kondisi itu kita harus melakukan langkah-langkah upaya mengendalikan inflasi,” ucapnya.
Ia menjelaskan, per 1 Januari 2024 tingkat inflasi Kaltim diukur dari empat kabupaten dan kota.
Sebelumnya hanya dua kota yang menjadi ukuran indeks harga konsumen (IHK) kaltim. Yakni Balikpapan dan Samarinda.
“Nantinya akan ditambah Berau dan PPU,” paparnya.
Heni Purwaningsih melanjutkan, saat pengukuran IHK hanya di Samarinda dan Balikpapan, tingkat inflasi keduanya cukup stabil dan rendah karena disuport pelabuhan besar.
Namun ketika ditambah dua kabupaten, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Berau sebesar 4,14 persen pada Februari 2024 lalu.
“Tentu itu menjadi tantangan kita untuk bagaimana mengendalikan inflasi,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, tambahnya, kehadiran toko penyeimbang dapat menjadi salah satu strategi jitu pengendalian inflasi sebab menghadirkan pasokan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Jadi toko penyeimbang ini dapat menjadi alternatif belanja masyarakat untuk mendapatkan harga yang lebih murah,” tutup Heni.(Han/BN)














