Beritanusantara.co, Samarinda – Upaya pemerataan listrik di Kalimantan Timur terus dikebut. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Timur membangun jaringan listrik baru sepanjang 38,356 kilometer untuk menerangi delapan desa di Kabupaten Kutai Timur.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menyebutkan langkah tersebut berhasil menekan jumlah desa yang belum berlistrik dari 110 desa menjadi tersisa 73 desa.
“Ini bagian dari komitmen kami memastikan akses energi menjangkau hingga wilayah terluar,” ujarnya, Kamis.
Delapan desa yang menjadi sasaran perluasan jaringan PLN itu meliputi Desa Cipta Graha (Kecamatan Kaubun), Desa Sepaso Barat (Bengalon), Desa Karangan Dalam dan Karangan Ilir (Kecamatan Karangan), serta Desa Bukit Makmur, Desa Selangkau, Desa Kaliorang, dan Desa Citra Manunggal Jaya (Kecamatan Kaliorang).
Selain jaringan utama, pemerintah daerah juga membangun 404 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di sepuluh desa. Fasilitas tersebut tersebar di Desa Diaq Lay, Miau Baru, Benhes, Karya Bhakti, Long Wehea, Pengadan Baru, Nehas Liah Bing, Dabeq, Lon Pok, dan Mekar Baru.
Untuk daerah yang lebih terpencil, bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) APDAL turut disalurkan. Sebanyak 100 unit dipasang di Desa Tanjung Mangkalihat (Kecamatan Sandaran) dan 125 unit di Desa Long Poq Baru (Kecamatan Muara Ancalong).
Menurut Bambang, percepatan elektrifikasi ini diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas hidup sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
“Dengan listrik yang masuk, aktivitas warga menjadi lebih produktif dan pelayanan dasar lebih mudah dijangkau,” katanya.














