EkonomiKalimantan TimurSamarinda

Ekonomi Kaltim Tumbuh 4,53 Persen, Sumbang 46,31 Persen Perekonomian Kalimantan

×

Ekonomi Kaltim Tumbuh 4,53 Persen, Sumbang 46,31 Persen Perekonomian Kalimantan

Sebarkan artikel ini

Beritanusantara.co, Samarinda – Bank Indonesia mencatat perekonomian Indonesia tetap mampu bertahan di tengah tekanan dinamika pasar keuangan global dan tensi geopolitik yang kian memanas. Kontribusi regional dinilai menjadi penopang penting stabilitas tersebut.

Untuk wilayah Kalimantan, tercatat menyumbang pangsa ekonomi sebesar 8,12 persen terhadap total perekonomian nasional pada 2025. Dari angka itu, Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan kontribusi terbesar.

Perekonomian Kaltim pada 2025 tumbuh sebesar 4,53 persen dan berkontribusi 46,31 persen terhadap total perekonomian regional Kalimantan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Himawan, mengatakan prospek perekonomian global pada 2026 diperkirakan tumbuh lebih moderat.

Hal itu dipengaruhi tingginya dinamika pasar keuangan akibat kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat serta berlanjutnya tensi geopolitik yang menekan perdagangan internasional.

Selain itu, ekonomi Eropa dan Jepang diperkirakan melambat karena kinerja ekspor yang menurun seiring perlambatan global, serta permintaan domestik yang belum sepenuhnya kuat.

Meski demikian, Bank Indonesia memperkirakan perekonomian nasional tetap unggul di tengah gejolak global.

“Karena ditopang oleh peningkatan sektor industri dan ekspor yang didukung produk hilirisasi logam dasar serta terjaganya permintaan domestik,” ujar Jajang dalam kegiatan Temu Media di Resto Kepala Kakap, Jalan Awang Long, Samarinda, Jumat (27/2/2026), didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bayuadi Hardiyanto dan Agus Taufik.

Data menunjukkan pada triwulan IV-2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan (year on year). Secara akumulatif sepanjang 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen, meningkat dibandingkan capaian 2024 sebesar 5,04 persen.

Secara regional, pangsa ekonomi terbesar masih berada di Pulau Jawa, disusul Sumatera dan Kalimantan. Kontribusi Kalimantan sebesar 8,12 persen terhadap ekonomi nasional ditopang oleh kinerja ekspor, pertumbuhan investasi, serta permintaan domestik rumah tangga.

Memasuki 2026, Bank Indonesia Kaltim melihat tren penguatan ekonomi yang berlanjut. Untuk mengawal momentum tersebut, Bank Indonesia memperkuat bauran kebijakan melalui instrumen moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran guna mempercepat digitalisasi ekonomi.

“Bank Indonesia bersinergi dengan kebijakan fiskal pemerintah untuk mendorong pertumbuhan Indonesia yang diproyeksikan di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen,” tutup Jajang.

Example 300250