Beritanusantara.co, Samarinda – Sebanyak 30 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kalimantan Timur mengikuti pelatihan bahasa isyarat guna meningkatkan layanan publik yang inklusif, terutama bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari program pengembangan kompetensi ASN.
“Sebanyak 30 ASN ini berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), namun yang paling banyak dari Dinas Sosial yang berjumlah sembilan orang,” ujar Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, di Samarinda, Selasa (17/6).
Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dengan total 27 jam pelajaran dan merupakan bagian dari strategi BPSDM dalam memperkuat kapasitas kelembagaan serta individu ASN. Nina menegaskan pentingnya pelatihan bahasa isyarat sebagai bentuk pelayanan publik yang menghargai keberagaman.
“Pelatihan ini menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas layanan, agar warga difabel mendapatkan pelayanan yang setara dan bermartabat,” ucapnya.
Selain itu, pelatihan tersebut dibarengi dengan empat pelatihan lain yang diikuti total 150 peserta, di antaranya Public Speaking, Penyusunan Analisis Jabatan, Investigasi Keselamatan Kerja, dan Bimtek Arsip Keuangan.
“Pengembangan kompetensi ASN bukan kegiatan sekali selesai, tetapi merupakan proses yang terus berkelanjutan,” pungkasnya. (h/bn)














