Beritanusantara.co, Samarinda – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan masyarakat untuk terus menggencarkan Gerakan 3M Plus guna menekan laju peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang saat ini telah mencapai 2.836 kasus di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin menekankan pentingnya langkah preventif dengan membersihkan lingkungan secara berkala.
“Prinsipnya sangat sederhana, bersihkan sarang nyamuk setiap minggu. Jika ada jentik di rumah kita, segera bertindak,” ujarnya di Samarinda, Selasa (15/7).
Gerakan 3M Plus yang dimaksud meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, serta langkah tambahan seperti vaksinasi, pemasangan kelambu, dan penaburan larvasida.
Dari data yang dihimpun Dinkes, kasus terbanyak terjadi di Balikpapan (765 kasus), disusul Kutai Kartanegara (606 kasus), Kutai Timur (400 kasus), dan Samarinda (348 kasus). Sementara Mahakam Ulu mencatat kasus terendah, hanya delapan.
Beberapa daerah berhasil mempertahankan tingkat kematian akibat DBD di bawah 0,5 persen sesuai target Rencana Strategis (Renstra). Namun, Paser tercatat sebagai daerah dengan angka kematian tertinggi, yakni dua kasus.
“Target Renstra CFR Dengue kita adalah kurang dari 0,5 persen. Untuk daerah yang masih di atas ambang, kita akan terus tingkatkan intervensi dan sosialisasi,” jelas Jaya.
Untuk itu, Dinkes Kaltim terus menggencarkan promosi kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor dan komunitas.
“Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga lingkungan kita bersih dari jentik nyamuk, demi Kaltim yang sehat dan bebas DBD,” pungkasnya. (h/bn)














