Nasional

Angka Kemiskinan Terendah, Tapi Ancaman Kerentanan Ekonomi Masih Besar

×

Angka Kemiskinan Terendah, Tapi Ancaman Kerentanan Ekonomi Masih Besar

Sebarkan artikel ini
Koordinator Bidang Kajian Pengentasan Kemiskinan dan Ketimpangan FEB UGM, Wisnu Setiadi Nugroho.

Beritanusantara.co, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka kemiskinan per Maret 2025 berada di titik terendah sepanjang sejarah, yakni 8,47% atau setara 23,85 juta jiwa. Meski secara statistik menurun, pakar mengingatkan bahwa angka ini belum mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara struktural.

Koordinator Bidang Kajian Pengentasan Kemiskinan dan Ketimpangan FEB UGM, Wisnu Setiadi Nugroho, menilai bahwa penurunan tersebut lebih bersifat temporer karena banyak ditopang oleh bantuan sosial.

“Penurunan angka kemiskinan ini tidak otomatis berarti kesejahteraan masyarakat meningkat secara menyeluruh. Ini sekadar menunjukkan semakin sedikit orang yang hidup di bawah garis kemiskinan absolut,” jelas Wisnu, Senin (28/7).

Ia mencatat bahwa indikator lain justru menunjukkan gejala kerentanan. “Kemiskinan di wilayah perkotaan naik karena tingkat pengangguran meningkat. Sementara itu, data ketenagakerjaan menunjukkan kenaikan pekerja informal dari 59,17% menjadi 59,40%,” ujarnya.

Wisnu menyebut banyak rumah tangga kini berada di kelompok rentan non-miskin, yang sewaktu-waktu bisa jatuh miskin akibat kehilangan pekerjaan atau krisis ekonomi kecil.

“Angka kemiskinan memang turun, tetapi sebagian besar masyarakat masih rapuh secara ekonomi,” tambahnya.

Deputi Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, mengakui hal itu.

“Mereka yang lepas dari jerat kemiskinan tetap rentan hadapi guncangan sedikit, mereka jatuh miskin kembali,” ujarnya. (h/bn)

Example 300250